jump to navigation

Indra J Piliang: Partai Islam Ideologis; Penting! August 25, 2008

Posted by gusuwik in Komentar Politik.
trackback

Fenomena banyaknya partai Islam yang siap bertarung dalam pemilu 2009 cukup menarik perhatian. Sebab, Partai Islam ‘terbukti’ tidak meraih banyak dukungan dikalangan ummat pada pemilu sebelumnya. Apa yang menjadi akar masalah sehingga partai-partai Islam tidak menangguk dukungan masyarakat? Apakah tidak ada bedanya dengan partai sekuler lainnya dalam kerja-kerja politiknya? Perlukah partai Islam ideologis untuk meraih dukungan ummat? Untuk menjawab pertanyaan diatas, redaksi alwaie (gus uwik) mewawancara Bapak Indra J Piliang (Praktisi Politik). Berikut petikannya:

Pemilu 2009 akan diikuti oleh 38 Partai. Partai-partai berbasis Islam juga bermunculan. Namun disisi lain ada fenomena partai-partai Islam ‘kurang’ mendapat dukungan yang signifikan dari rakyat. Kenapa bisa demikian?

Pertama, saya kira karena pilihannya terlalu banyak. Tidak adanya keinginan persatuan dari kelompok atau partai-partai Islam. Yang kedua, jika telaah lebih lanjut partai-partai Islam yang ada adalah perpanjangan dari ‘politik aliran’ di dalam Islam itu sendiri. Kita bisa melihat ada pertarungan antara Islam modern dengan Islam tradisional. Jika permasalahan di tingkat elit politik partai-partai Islam tidak dengan segera diselesaikan maka wajar kalau suara rakyat lebih menitipkan kepada partai sekuler. Daripada partai-partai Islam, dimana taruhannya luar biasa ketika mempercayakan (suaranya-red) kepada Partai Islam.

Disamping itu, partai-partai Islam yang ada selama ini dididik untuk moderat. Memisahkan kehidupan politik dengan kehidupan ritual. Barangkali rakyat mengganggap bahwa masalah spiritualitas atau religius adalah masalah pribadi. Sedangkan masalah-masalah politik adalah masalah public yang tidak perlu dimanifestasikan seperti masalah spiritual. Ini lah PR yang harus dilakukan kepada teman-teman, baik yang bergerak dalam ormas maupun dalam partai-partai Islam agar lebih memberikan konsepsi yang benar dalam pendidikan politik Islam ke masayarakat.

Artinya Partai Politik Islam saat ini tidak ada bedanya dengan Partai Sekuler?

Ya.. saya kira boleh dikatakan seperti itu. Artinya praktek keislaman itu sendiri tidak terlembagakan secara otomatis.

Apa yang harus dilakukan oleh Partai Politik Islam agar menang?

Yang penting adalah kerja-kerja politik dalam jangka panjang. Ada penyadaran-penyadaran yang dilakukan oleh partai politik Islam kepada masyarakat tentang islam. Artinya partai ini tidak bisa merubah masyarakat ketika masyarakatnya sendiri belum berubah. Harus ada strategi pedang dua muka. Artinya satu perbaikan mengarah kepada internal partai itu sendiri. Sedangkan kedua adalah perbaikan ke masyarakat. Yakni dengan memberikan pemahaman yang semakin baik tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai keislaman. Jika dua hal diatas berubah maka konsolidasi di tubuh partai-partai Islam akan berjalan dengan baik.

Dalam konteks perbaikan internal partai, pentingkah re-ideologi partai? Sehingga ideology partai tidak hanya sekedar jargon semata.

Saya kira penting itu… sebab harus ada pemahaman standart yang dijadikan pegangan untuk menyikapi perkembangan baru yang terjadi di masyarakat sekarang, seperti modernitas, ilmu pengetahuan, teknologi, dll dengan melakukan kesepakatan/consensus politik. Artinya, ideology-ideologi yang berkembang dikalangan partai-partai Islam harus dicarikan yang paling utama dan baik dimana disetujui sebagai platform bersama yang harus dicapai. Sedangkan yang lain dianggap sebagai strategi-strategi atau teknik perjuangan. Saya melihat, ketika partai-partai politik menemui permasalahan larinya ke ‘daun’ bukan ke ‘akarnya’.

Advertisements

Comments»

1. Elfizon Anwar - August 27, 2008

Negeri kita Indonesia ini, yang mendirikannya adalah mayoritas Tokoh Umat Islam. Mereka yang menyusun Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, katakanlah Piagam Madinahnya, kemudian mendirikan negara ini dengan dasar ‘Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa’, lalu dibuatkannya rambu-rambu bernegara dan berpemerintahan yang berdasarkan kelima sila atau Pancasila itu.

Beberapa tahun kemudian, 3 April 1950 lagi-lagi Umat Islam melalui partai Islam ‘Masyumi’ mengajak rakyat Indonesia ini ‘kembali’ ke Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Jadi siapakah yang harus memakmurkan rakyat dan umat Islam di Indonesia ini?

Jawablah wahai umat Islam di Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: