jump to navigation

Mafia Berkeley: Komprador Asing dan Pengkhianat Negara June 25, 2008

Posted by gusuwik in Afkar Politik.
1 comment so far

Mafia Berkeley dianggap sebagai ’otak’ atas segala carut-marut ekonomi di Indonesia. Terjualnya sebagian besar aset strategis bangsa ini, semakin membengkaknya nilai hutang negara dan yang lain adalah keberhasilan ’agenda’ mereka. Negarapun ’tergadai’ oleh kapitalis asing. Negara ini pun ’dihisap’ habis kekayaannya. Ujungnya, rakyat semakin hari semakin sengsara. Yang menjadi pertanyaan, apa sebenarnya Mafia Berkeley itu? Siapa saja yang termasuk didalamnya? Bagaimana operasional mereka sebagai ’komprador’ asing yang setia menjual aset-aset negara? Bagaimana pola rekruitmen mereka? Dan yang terpenting, kenapa mereka hingga saat ini ’tidak tersentuh’? Untuk menjawab itu semua, redaksi kami (gus uwik) mewawancara khusus Mas Kusfiardi (Mantan Koordinator Koalisi Anti Utang KAU)). Berikut petikan wawancaranya:

Sebenarnya, apa Mafia Berkeley itu apa Pak?

Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) namun memiliki sistem regenerasi yang mapan. Generasi awalnya adalah Prof Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. Sadli, J.B. Soemarlin, Adrianus Mooy, dan masih sangat banyak lagi. Yang sekarang dominan adalah Sri Mulyani, Moh. Ikhsan, Chatib Basri, dan masih banyak lagi. Mereka tersebar pada seluruh departemen dan menduduki jabatan eselon I dan II, sampai kepala biro. (more…)

Advertisements

PENJAJAHAN DI DUNIA KESEHATAN June 25, 2008

Posted by gusuwik in Afkar Politik.
add a comment

Dunia kesehatan Indonesia saat ini seperti ‘jalan di tempat’. Produsen obat dalam negeri seolah mengalami upaya ‘pengkerdilan’ secara sistematis. Akibatnya, selain semakin ketergantungan terhadap bahan baku obat dari luar negeri juga upaya sistematis ‘menumbuhkan’ industry farmasi dengan capital besar yang tidak lain adalah industry farmasi asing. Apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia farmasi kita? Untuk menjawab pertanyaan diatas, redaksi Al Waie (gus uwik) mewawancara Bapak H. Azwir Ibnu Aziz, Direktur Utama PT Infar Arifpharma, Industri Farmasi di Medan. Berikut petikan wawancaranya:

Saat ini, berapa persen obat-obatan yang beredar di masyarakat yang di produksi oleh industri farmasi dalam negeri ?

Sebenarnya hampir semua obat yang beredar di masyarakat diproduksi oleh industri di dalam negeri cuma produsennya saja yang beda-beda. Ada Penanam Modal Aisng (PMA), Penanam Modal Dalam Negari (PMDN), BUMN, dan Industri Menengah dan Kecil. Dari sisi jumlah, industri farmasi di Indonesia sekitar 280 perusahaan. Memang sebagian besar, hampir 80% adalah perusahaan farmasi yang penanam modalnya milik dalam negeri dan industry kecil dan menengah. Namun, secara capital dan penguasaan atas pasar, sekitar 20 pabrik, yang ini milik asing, menguasai 80% capital dan penguasaan atas pasar. Jadi sebenarnya, ya asing lah yang menguasai industry farmasi. (more…)

Masihkah Berharap Pada Seorang Barack Obama? June 25, 2008

Posted by gusuwik in Afkar Politik.
1 comment so far

Pemilu AS memang menyedot perhatian masyarakat Dunia. Termasuk juga di Indonesia. Alasannya, seorang presiden AS terpilih nantinya akan sangat menentukan prospek AS ke depan bahkan dunia mendatang. Apakah dunia kembali bersimbah darah akibat gaya ’koboi’ sebagaimana gaya Bush dan kroninya ataukah sebaliknya, berperamen flamboyan dan soft dalam menyelesaikan permasalahan dunia.

Terkhusus Indonesia, Barack Obama jika terpilih menjadi Presiden AS akan membawa ’angin segar’ bagi peningkatan dan perbaikan hubungan dengan Indonesia. Dengan alasan, Obama pernah tinggal di Indonesia bahkan mempunyai Bapak asli Jawa Timur. Dengan perjalanan historis ini, ada sebuah harapan pada diri Obama akan membawa hubungan baik dengan Indonesia. (more…)

Mengurai Problem Sistematis Korupsi June 25, 2008

Posted by gusuwik in Afkar Politik.
1 comment so far

Indonesia memang sebagai surganya para koruptor. Entah kenapa, pekerjaan haram korupsi, seolah-olah telah menjadi ’kebiasaan’ bagi warga Indonesia. Korupsi sudah merajalela dihampir terjadi di seluruh pejabat publik. Sebagian besar terlibat bahkan sebagai playmaker.

Mulai dari pejabat publik yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat namun justru bertindak sebagai ’penyunat’ uang rakyat. Menurut Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Syamsa Ardisasmita, berbeda dengan penanganan kasus korupsi sebelumnya pada tahun 1999 hingga 2004, kasus korupsi lebih banyak terjadi di DPRD. Tercatat ada 23 kasus korupsi di KPK yang melibatkan anggota DPRD di berbagai provinsi. “Tapi kalau sekarang kebanyakan kasus korupsi yang banyak melibatkan kepala daerah,” katanya. Dari kebanyakan kasus yang ditangani KPK, 73 persen diantaranya adalah kasus korupsi yang terjadi pada proyek pengadaan barang dan jasa. Contoh kasus yang melibatkan kepala daerah seperti kasus korupsi APBD dengan tersangka Walikota Medan Abdillah dan wakilnya Ramli Lubis. Kemudian mantan Walikota Makassar Amiruddin Maula yang telah divonis 4 tahun dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam, dan Bupati (non aktif) Kutai Kartanegara Syaukani HR yang divonis 2,5 tahun penjara terkait 4 kasus korupsi dana APBD. (persda network, 01/04/2008) (more…)