jump to navigation

Profile Training Pribadi Amanah September 19, 2007

Posted by gusuwik in Training PRIBADI AMANAH.
trackback

 

Kebocoran dana dan penyimpangan kerja akibat tindak korupsi dan kolusi yang dilakukan oleh karyawan disadari merupakan masalah pelik yang harus segera diatasi oleh lembaga/perusahaan. Tindakan ini jelas akan sangat merugikan lembaga/perusahaan. Pada tahap awal, penyimpangan itu akan merugikan keuangan lembaga/perusahaan secara langsung. Besar kecilnya kerugian tergantung kepada berapa banyak kebocoran riil ditambah dengan penyimpangan kerja yang berdampak kerugian tidak langsung semisal inefisiensi waktu. Apabila stadium awal kasus ini tidak segera ditangani, penyimpangan akan berkembang menjadi budaya buruk perusahaan. Kerugian yang ditimbulkan tentu saja akan menjadi lebih besar. Pada tingkat selanjutnya, ketika kerugian sudah mencapai tingkat yang tidak bisa ditolelir, bukan tidak mungkin perusahaan itu akan menuju ambang kehancuran.

Berbagai model pengendalian karyawan seperti sistem isyarat dini, supervisi internal/eksternal, sistem reward and punishment, dan pengembangan etika bisnis, sesungguhnya telah biasa dilakukan oleh manajemen. Tapi sejauh ini langkah tersebut dirasakan belum berhasil secara optimal. Mengapa? Akar persoalannya tampaknya terletak pada faktor manusia itu sendiri yang dalam hal ini belum disentuh secara jitu. Difahami bahwa manusia adalah penentu atas semua kinerja perusahaan. Oleh karena itu, menjadi sangat strategis, jikalau cara pemecahan masalah itu dimulai peningkatan kualitas manusia, yakni dengan cara membangkitkan dan meningkatkan kontrol diri mereka.

Secara faktual, pengawasan datang dari faktor luar seperti pengaruh lingkungan, perasaan malu dan takut jika bersalah atau mengharapkan penghargaan. Tapi dari sekian faktor pendorong tersebut, kiranya nilai-nilai TAUHID (keyakinan akan pengawasan Allah)-lah yang diyakini menjadi kekuatan terbesar dan bersifat langgeng. Dengan sandaran TAUHID, manusia tidak hanya semata dipengaruhi oleh manusia atau lingkungannya, namun dengan dorongan kesadaran hubungannya dengan Allah, Dzat yang Maha Mengetahui yang ada didalam dirinya, mereka bersikap jujur dan amanah.

Metodologi religius berlandaskan tauhid untuk meningkatkan kontrol diri akan menyadarkan manusia untuk:

® Memahami hakekat hidupnya di dunia.

® Merasakan adanya pengawasan Allah SWT.

® Memiliki keinginan untuk hidup hasanah di dunia dan akhirat.

® Terdorong agar hidup dalam suasana yang religius.

® Mampu menjadi individu shalih, keluarga sakinah, bekerja profesional dan amanah.

® Takut berbuat menyimpang.

Kontrol tauhid diharapkan akan dapat membentuk sumberdaya manusia yang amanah sekaligus mampu untuk:

® Bekerja dengan penuh tanggungjawab

® Bekerja dengan dorongan penyimpangan yang minimal.

® Bekerja secara bersama-sama menciptakan kondisi dan lingkungan yang bersih.

Dengan latar pemikiran seperti itu, Mahabbah Cipta Insani menghadirkan sebuah program yang disebut PROGRAM PENGEMBANGAN PRIBADI AMANAH BERBASIS INSPIRING LOVE. Program ini diharapkan akan berjalan secara sinergis dengan berbagai upaya pengawasan atas karyawan yang selama ini telah dilakukan oleh lembaga/perusahaan.

Tujuan Program

1. Memenuhi kebutuhan lembaga/perusahaan akan tersedianya SDM yang amanah dan profesional, serta tercapainya efisiensi sumberdaya, optimalisasi proses dan meningkatkan prestasi kerja personal melalui pendekatan religius.

2. Menjelaskan pola-pola tanggung jawab, amanah, jujur dan etos kerja serta keterkaitannya dengan manfaat dan peran dalam lingkup tugas di lembaga/perusahaan.

3. Membuka kesadaran transendental terhadap kewajiban untuk bersikap amanah, jujur dan beretos kerja tinggi dalam kedudukannya sebagai hamba Allah, anggota masyarakat dan tugas profesionalnya.

Manfaat Program

Program ini disusun agar dapat memberikan manfaat:

Bagi peserta,

® Mampu menumbuhkan self controlling, serta mampu menempatkan dirinya secara proporsional dalam lingkup tugasnya sehingga secara personal dapat memberikan manfaat besar bagi lembaga/perusahaan.

® Secara internal, peserta diharapkan mampu mengembangkan dirinya agar tumbuh menjadi pribadi yang shaleh dan karyawan yang amanah, sehingga bisa berprestasi lebih baik.

Bagi lembaga,

® Tercitrakan sebagai sebuah lembaga/perusahaan yang didukung oleh SDM yang bertanggung jawab, amanah, jujur dan beretos kerja tinggi sehingga permasalahan kebocoran dan penyimpangan kerja dapat tertangani secara signifikan.

® Mendukung upaya lembaga/perusahaan dalam meningkatkan kualitas semua aspek, baik di lini produksi, pemasaran ataupun pelayanan.

Sasaran Program

Program ini disusun untuk organisasi pemerintah atau swasta, dari level low management hingga top management

Metodologi Program

® Classical Teaching (Kuliah)

Berupa pemberian materi secara terstruktur yang telah dibukukan dalam modul pelatihan di dalam kelas yang dibantu dengan alat bantu presentasi mutakhir. Materi diberikan secara berangkai, berisi kerangka dasar mengenai berbagai aspek baik menyangkut falsafah, sistematika konsep dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan topik pelatihan. Melalui metode ini diharapkan tercipta kerangka pemahaman teoritik dalam diri peserta.

® Diskusi dan Tanya Jawab

Metode ini merupakan review dan umpan balik dari peserta berupa pertanyaan, tanggapan, pengalaman dan permasalahan spesifik yang terjadi di lingkungan internal peserta atau perusahaan. Sehingga diharapkan tumbuh apresiasi dari peserta atas materi yang diberikan serta mendapatkan keyakinan bahwa permasalahan-permasalahan yang menimpa diri atau perusahaannya dapat diperbaiki.

® Simulasi

Metode ini didesain untuk merangsang partisipasi aktif peserta dalam proses penilaian terhadap kualitas kehidupan pribadinya, baik berkenaan dengan orientasi hidupnya (dalam simulasi yang berjudul Orientasi Hidup), kesanggupan memecahkan kasus nyata yang terjadi diperusahaan (dalam Telaah Kasus) dan penilaian diri menyangkut kewajiban maupun pelanggaran atas larangan (dalam Muhasabah). Simulasi berujung kepada ikrar pemantapan tekad masing-masing atau kelompok untuk berbuat lebih baik di masa datang.

® Dinamika Kelompok

Ketika melaksanakan kegiatan simulasi, perserta akan dibagi dalam empat kelompok dengan masing-masing akan didampingi oleh seorang fasilitator. Tujuannya disamping untuk mendinamiskan forum, juga untuk menjaring pendapat kelompok yang diperlukan sebagai pembanding dari hasil personal. Dengan menggunakan nama-nama surah dalam al-Qur’an, nama-nama Nabi atau nama-nama Perang di masa Nabi, pembagian kelompok ini juga diharapkan mampu lebih mendekatkan peserta kepada suasana semangat Islami

Materi dan Simulasi

Materi program terdiri dari 4 topik yaitu:

1. Orientasi Diri [Meraih Cinta Hakiki Allah]

2. Orientasi Diri [Meraih Cinta Hakiki Rasulullah]

3. Dampak Tauhid dan Pengawasan Melekat

4. Profesionalisme dan Pengetahuan Kekayaan Gelap

Materi secara umum dirancang untuk:

1. Meningkatkan keimanan

2. Mendorong ketaatan

3. Mencegah kemaksiatan

4. Menarik kesertaan ke dalam haribaan Islam

5. Bekerja Amanah dan Profesional

6. Takut membawa harta haram ke rumah

Dan disampaikan dengan metode yang bersifat :

1. Menggugah akal

2. Menggetarkan jiwa

3. Menyentuh perasaan

Jadual Program

Program ini dikemas dalam 6 jam efektif, disampaikan selama 1 hari dengan rincian jadual sebagai berikut:

Waktu

Materi

08.00 – 08.30

Pengantar Program dan Pembukaan

08.30 – 10.00

Materi 1: Orientasi Diri [Cinta Hakiki Allah]

10.00 – 10.15

Break I

10.15 – 12.00

Materi 2: Orientasi Diri [Cinta Hakiki Rasulullah]

12.00 – 13.00

Istirahat

13.00 – 14.45

Materi 3 : Dampak Tauhid dan Pengawasan Melekat

14.45 – 15.00

Break II

15.00 – 16.30

Materi 4 : Profesionalisme dan Pengetahuan Kekayaan Gelap

16.30 – 17.00

Pemantapan Tekad dan Penutupan

Manajemen Pelatihan

Program ini akan difasilitasi oleh fasilitator yang telah berpengalaman dalam pengembangan sumberdaya insani. Secara keseluruhan, pelatihan ini akan ditangani oleh manajemen pelatihan yang terdiri atas:

Fasilitator Utama : MR Kunia

Co Fasilitator : Dwi Henri Cahyono

Investasi

Biaya program pelatihan ini [untuk in house training] adalah Rp. 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah) untuk 70 orang.

Total Investasi di atas sudah termasuk:

  1. Preliminary meetings and Observation
  2. Treatment Strategy Development
  3. Consultative Result Monitoring
  4. 1 trainer, 1 co-trainer dan 2 kru pelatihan
  5. Materi Hand-out peserta
  6. Bahan dan alat untuk roleplay/games/kontemplasi
  7. Sertifikat

Catatan:

  • Investasi diatas belum termasuk PPN 10%
  • Penambahan jumlah peserta dikenakan tambahan investasi sebesar Rp. 250.000 (dua ratus ribu rupiah) per orang
  • Tempat pelatihan dan konsumsi selama pelatihan menjadi tanggung jawab klien
  • Klien menyediakan perlengkapan standar pelatihan seperti whiteboard, overhead projector, LCD projector serta sound system yang memadai

Term Pembayaran:

50% dibayarkan pada saat konfirmasi pelatihan

50% dibayarkan pada hari terakhir pelaksanaan pelatihan

Client Kami

Berbagai pelatihan telah kami tangani. Sudah ribuan orang yang telah menerima ‘sentuhan’ kami. Berbagai tanggapan positif telah kami terima karena memang kekhasan dari pelatihan kami. Client kami yang telah mendapatkan pelayanan prima itu adalah:

  1. PT. Internusa Hasta Buana, Jakarta
  2. Astra Agro, Jakarta
  3. PT. PAMA Persada, Kalimantan Selatan
  4. ICMI Muda, Makassar
  5. Caltex
  6. Departemen Kelautan dan Perikanan
  7. Pertamina, Riau
  8. Bank Mandiri, Jakarta

Penutup

Demikian profil program ini kami sampaikan. Kami berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridla atas upaya yang akan kita laksanakan.


Kisi Materi dan Simulasi

1. Materi 1 dan 2 : Orientasi Diri

Bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan hidup untuk beribadah kepada-Nya. Atas apa yang dilakukan manusia semasa hidup di dunia, di akherat kelak semua akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Pemahaman tentang hakekat hidup yang hakiki akan menuntun seorang muslim tentang untuk apa sebenarnya hidup ini, serta bagaimana seharusnya ia menjalaninya. Selain itu juga Allah sangat sayang pada seluruh hambanya dengan disediakannya seluruh kebutuhan untuk hidup. Mulai dari udara, air, makanan, tempat tinggal, dll. Kondisi ini mendorong kesadaran bahwa memang manusia sangat kecil dihadapan Allah serta menyadarkan bahwa manusia tidak sepantasnya menjadi ‘pembangkang’ yang nyata terhadap seluruh aturan-Nya.

2. Materi 2: Makna Laa Ilaha Ilallah, Dampak Tauhid dan Pengawasan Melekat

Kesaksian (syahadat) Laa Ilaaha Illalah Muhammadur Rasulullah merupakan rukun pertama dari asas bangunan Islam (rukun Islam). Materi ini akan membahas sejauh mana konsekuensi dari kesaksian ini dalam kehidupan seorang Muslim. Tauhid yang mantap akan memberikan dampak nyata pada kehidupan seorang muslim. Tiga diantaranya yang utama adalah maiyyatullah (perasaan senantiasa bersama dengan Allah) dan muraqabah (perasaan senantiasa dalam pengawasan Allah), mahabatullah (kecintaan kepada Allah) dan tsiqah bi wa’dillah (yakin akan janji Allah). Semua itu akan mendorong seorang muslim menjadi pribadi yang shaleh dan memiliki kontrol diri yang tinggi oleh karena ia senantiasa merasa bersama Allah dan diawasi Allah. Dan sebagai bukti kecintaannya pada Allah, ia terdorong selalu taat pada aturan-aturan Allah dan tidak mudah melakukan maksiyat, karena yakin akan janji-janji Allah, bahwa Allah akan memberikan kemuliaan kepada orang yang taat dan memberi laknat kepada yang gemar maksiyat.

3. Materi 4 : Profesionalisme dan Pengetahuan Kekayaan Gelap

Sikap profesional harus dimiliki oleh seorang muslim tatkala ia bekerja. Profesional mengandung tiga komponen utama, yakni etos kerja tinggi, didukung oleh keahlian yang memadai dan sikap amanah (terpercaya) Amanah adalah sikap terpercaya yang muncul dari pribadi seorang muslim yang tidak suka melakukan penyimpangan dan pengkhianatan Ini didorong oleh pengertian didalam dirinya bahwa ketaatan adalah ciri pribadi muslim. Ditambah dengan pengetahuan tentang kekayaan gelap, membawa seseorang untuk tahu secara persis harta apa yang boleh dan tidak boleh diambil. Maka, korupsi, manipulasi dan segala macam penyimpangan yang merugikan orang lain/perusahaan akan mudah dihindari.

4. Pemantapan Tekad dan Penutupan

Acara penutupan diawali dengan penyampaian pesan dan kesan dari peserta, baik tentang materi, teknik penyampaian materi, instruktur maupun teknis penyelenggaraan acara. Dilanjutkan dengan pengiriman risalah tausiah dari setiap peserta untuk peserta lain dan panitia dan instruktur, diakhiri dengan penyampaian kebulatan tekad seluruh peserta. Caranya, semua anggota kelompok dari tiap kelompok secara bergantian berdiri untuk membacakan secara lantang di hadapan seluruh peserta tentang komitmen mereka guna perbaikan sikap di masa mendatang.

5. Evaluasi

Untuk kepentingan evaluasi, bisa disepakati oleh seluruh peserta untuk setelah pelatihan ini mengadakan spiritual gathering secara berkala (misalnya sebulan sekali) untuk menyegarkan komitmen mereka, meningkatkan iman dan ketaatan pada aturan syariat. Sehingga, tekad bulat yang telah ditancapkan untuk menjadi muslim yang mulia dalam pelatihan ini bisa terjaga senantiasa. Insya Allah.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: