<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gus_uwik</title>
	<atom:link href="http://bisnispolitik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bisnispolitik.wordpress.com</link>
	<description>Pemikir Dan Politikus</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2008 10:04:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bisnispolitik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gus_uwik</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bisnispolitik.wordpress.com/osd.xml" title="gus_uwik" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bisnispolitik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KEBOBROKAN DAN KEHANCURAN LIBERALISME BARAT</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/18/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat-2/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/18/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Barat, oleh Barat sendiri dicitrakan sebagai negara penuh dengan peradaban dan makmur. Keberhasilan pencitraan inilah menjadikan sebagain kecil dari kaum muslimin terkagum-kagum bahkan memuja-mujanya. Seolah-olah, Barat lebih ’Islami’ dari Islam itu sendiri. Benarkah demikian? Benarkah liberalisme (sebagai paham dasar mereka) memberikan kejayaan? Bagaimana sebenarnya wajah negara-negara Barat? Benarkah liberalisme justru menjadi mesin penghancur bagi peradaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=152&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Barat, oleh Barat sendiri dicitrakan sebagai negara penuh dengan peradaban dan makmur. Keberhasilan pencitraan inilah menjadikan sebagain kecil dari kaum muslimin terkagum-kagum bahkan memuja-mujanya. Seolah-olah, Barat lebih ’Islami’ dari Islam itu sendiri. Benarkah demikian? Benarkah liberalisme (sebagai paham dasar mereka) memberikan kejayaan? Bagaimana sebenarnya wajah negara-negara Barat? Benarkah liberalisme justru menjadi mesin penghancur bagi peradaban Barat sendiri? Apa sebenarnya ide-ide palsu liberalisme? Siapa sebenarnya target dibalik promosi ide liberalisme? Sehingga bagaimana kita membendungnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, wartawan al waie (gus uwik) di bantu oleh Reza Aulia mewawancara secara eksklusif Dr. Imran Wahid (Mantan Representatif Media HT Inggris) dari London-Inggris langsung. Berikut petikannya:<span id="more-152"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sebagaimana kita tahu kelahiran liberalisme adalah di Barat, dan Barat memberikan kesan bahwa mereka memiliki kejayaan karena liberalisme. Apakah hal ini benar?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kejayaan apa? Yang ada justru sebaliknya. Keterpurukan. Nilai-nilai liberal Barat memiliki keterkaitan yang erat dengan mentalitas pemuasan sensual secara instan. Hal ini tercermin dalam suatu ungkapan Latin yang terkenal ‘Carpe Diem’, yang diterjemahkan kurang lebih ‘nikmatilah hari ini’. Falsafah ini mempengaruhi cara pandangan masyarakat Barat sehingga sedikit sekali ada kekhawatiran atas masa depan atau memikirkan konsekuensi atas tindakan seseorang. Ujungnya liberalisme menuntun orang untuk meyakini bahwa pemuasan sensual secara instan adalah memenuhi apa yang dibutuhkan dengan sebanyak mungkin. Ini adalah liberalisme yang telah menyebabkan negara-negara kapitalis berada dalam hutan belantara hewan-hewan liar yang menelan yang lemah dan manusia turun derajatnya seperti hewan sebagai akibat diumbarnya nafsu dan kebutuhan-kebutuhannya. Pada level internasional, ide-ide itulah yang secara langsung telah menyebabkan kematian dari jutaan orang di Irak dan Afghanistan.</span></p>
<p><strong>Apa fakta yang menunjukkan bahwa liberalisme telah menjadi ‘mesin penghancur’ bagi Kebudayaan Barat?</strong><br />
Siapapun yang mengetahui benar situasi dari masyarakat Barat akan melihat kehancuran yang telah ditimbulkan oleh nilai-nilai liberalisme. Di Inggris, contohnya, nilai-nilai itu (liberalisme-red) telah menyebabkan kejahatan yang mewabah pada kaum muda yang seringkali melakukan pembunuhan hanya karena korbannya menatapnya dengan pandangan yang aneh. Di Inggris, setiap hari ada 175 perampokan dengan memakai pisau. Ada 2 orang wanita yang dibunuh setiap harinya sebagai akibat dari kekerasan dalam rumah tangga. Bahkan, menurut survei yang ada telah menunjukkan bahwa 1 dari 5 kaum muda Inggris percaya bahwa kekerasan terhadap wanita adalah bisa diterima. Lebih mengerikannya lagi, ada 1 dari 20 wanita yang diperkosa. Di negeri itu juga ada lebih dari 10 orang dibunuh dan terluka dikarenakan senjata setiap harinya. Angka kriminalitas yang paling mutakhir menunjukkan bahwa tahun lalu ada lebih dari satu juta kasus pencurian mobil. Pencurian ini ternyata menyumbang hampir tiga perempat dari keseluruhan kasus kriminal yang dilakukan dengan kekerasan. Di tingkat yang lebih tinggi lagi, ada skandal keuangan yang melibatkan Enron dan Worldcom yang telah menggoyang ekonomi Barat.</p>
<p>Pendekatan masyarakat liberal atas banyak masalah-masalah ini adalah dikarenakan berlanjutnya kebebasan. Jadi mewabahnya kecanduan alkohol dipenuhi dengan dibukanya pub-pub dan kelab-kelab malam selama 24 jam. Problem perjudian dipenuhi dengan diajukannya proposal untuk membangun banyaknya “super casino”. Penyelesaian yang diajukan oleh Barat untuk menyelesaikan permasalahan yang telah menyebabkan adanya nilai-nilai liberal itu adalah suatu hal yang dangkal dan tidak efektif. Ujungnya bukan menyelesaikan masalah namun justru memperkeruh permasalahan yang ada.</p>
<p><strong>Dalam kenyataanya, apakah ide-ide palsu dari liberalisme?</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Liberalisme muncul menyusul adanya konflik diantara para ahli flsafat Eropa dan Gereja pada saat <em>Renaissance</em>. Hasil dari konflik ini adalah bahwa agama harus dipisahkan dari urusan kehidupan yakni apa yang disebut sekularisme. Oleh karena itu, para penyokong nilai-nilai ini menegaskan juga bahwa peran Islam dalam masyarakat haruslah dibatasi hanya pada urusan peribadatan personal sedangkan keputusan-keputusan politik mengenai cara mengurus masyarakat diberikan kepada manusia. Hal ini jelas bertentangan dengan akidah kaum Muslim, yang menganggap bahwa politik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam. Karena bagi Muslim, Islam adalah mencakup segala hal. Karena ini bertentangan dengan Akidah itulah, kaum Muslim harus menolak liberalisme.</span></p>
<p>Kenyataannya adalah bahwa nilai-nilai ini terungkap oleh tindakan-tindakan Barat itu sendiri khususnya setelah terjadinya Peristiwa 11 September. Kita telah melihat legitimasi atas pembantaian, tindakan penahan yang sangat semena-mena yang dilakukan tanpa sidang pengadilan – ini adalah suatu bukti yang terjadi di depan mata kita di Abu Ghraib, Bagram dan Guantanamo. Nilai-nilai liberal seperti kebebasan dan HAM mendapat pukulan yang amat keras, bukan dari kaum Muslim, melainkan oleh Amerika itu sendiri! Kemunafikan dan kontradiksi hal ini adalah begitu mengguncang sehingga banya non-muslim yang mulai mempertanyakan validitas ide-ide liberal itu sendiri dan kebijakan luar negeri kaum penjajah dari pemerintahan mereka atas Dunia Islam.<br />
<span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
<strong>Siapakah target sebenarnya dari kebebasan ini?</strong><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pemerintahan Barat mengetahui bahwa ideology Kapitalis, termasuk liberalisme, tidak mendapatkan perlawanan selain dari Dunia Islam. Karena mereka sadar bahwa ummat Islam memiliki sebuah ideology, yang mereka emban. Maka pemerintahan Barat menyadari bahwa hal ini bisa merupakan<span> </span>ancaman laten walaupun pada saat ini Umat Islam tidak memiliki sebuah negara dan seorang pemimpin yang menyatukan. Karena alasan itulah, pemerintahan Barat bekerja siang malam untuk menyebarkan ideology yang merusak itu kepada Dunia Islam melalui berbagai cara termasuk lewat media dan para penguasa kaki tangan mereka. Sebuah contoh yang baik atas hal ini adalah British Council yang memberikan kesan luar atas pengajaran Bahasa Inggris, tapi juga mempromosikan nilai-nilai Barat, termasuk ide-ide kebebasan pribadi, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi. Sementara sebagian kaum Muslim tertarik atas ide-ide ini, karena mereka hidup dibawah pemerintahan yang brutal, ide-ide ini ditolak sepenuhnya oleh Islam.</span></p>
<p>Kendatipun kampanye ini dilakukan, kaum muslim yang tinggal di Barat mencela liberalisme sekuler ini. Sebuah polling yang dilakukan baru-baru ini oleh ICM atas sikap kaum muslim di Inggris menerbitkan hasil berikut: 81% memandang kebebasan berbicara sebagai sebuah cara untuk menghina Islam, 61% mendukung syariah, 88% ingin Islam diajarkan disekolah-sekolah, dan 60% tidak menganggap perlu untuk berintegrasi. Jika hal ini merupakan sebuah pandangan<span> </span>kaum Muslim yang hidup di bawah bendera pembawa liberalisme, maka seseorang dapat memperkirakan pendirian Dunia Islam atas nilai-nilai liberal sekuler. Cukup untuk mengatakan bahwa Barat telah gagal untuk meyakinkan massa kaum Musliim bahwa liberalisme Barat adalah lebih baik daripada Islam.</p>
<p><strong>Dengan cara apa liberalisme ditegakkan oleh Barat?</strong><br />
Liberalisme ditegakkan ketika mereka menggambar kartun yang menghina Utusan Allah SAW, ketika mereka membuat film semacam “Fitna” yang menggambarkan Islam sebagai sebuah agama yang penuh kekerasan dan ketika mereka menerbitkan buku-buku semacam Ayat-Ayat Setan yang menghina para istri dari Nabi SAW. Di bawah bendera “liberalisme”, kaum Muslim<span> </span>harus bertoleransi atas semua bentuk propanda melawan Islam.</p>
<p>Namun, pada saat yang sama mereka mengungkap kemunafikan “liberalisme” ketika mereka menegakkan hukum untuk membungkam orang-orang yang menentang imperialisme Barat, dengan menuduh mereka “memuja terorisme”, dan menyerukan pelarangan partai-partai politik Islam seperti Hizbut Tahrir. Di Perancis, para wanita muslimah dilarang memakai jilbab dan Pengadilan HAM Eropa menguatkan larangan yang dilakukan oleh Turki untuk melarang jilbab di universitas-universitas Turki.</p>
<p><strong>Apa yang seharusnya dilakukan oleh Umat Muslim atas masalah ini?</strong><br />
<strong><em>Pertama</em></strong>, kaum muslim harus memahami bahwa motif dari kampanye semacam ini &#8211;untuk menyebarkan nilai-nilai liberal kepada Dunia Islam– adalah untuk membuat ideology kapitalis menjadi nilai-nilai yang universal dan melemahkan keterikatan Muslim atas Dien-nya. Jika mereka memahami motif-motif ini maka Umat Muslim akan bersatu menentang ide-ide semacam ini.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, selain kesadaran akan posisi Islam dalam kaitannya dengan nilai-nilai ini, kaum Muslim harus juga mengetahui atas realitas yang menakutkan dari nilai-nilai ini (liberalisme-red) yang telah membentuk masyarakat Barat menjadi ’bangsa hewan’, seperti keluarga yang berantakan, hubungan seksual dengan siapa saja, epidemi kecanduan alkohol dan obat-obatan, melalaikan anak-anak dan orang jompo dan tumbuhnya kriminalitas.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, Umat Muslim harus mengungkap kemunafikan pemerintahan Barat ini dengan melemahkan nilai-nilai liberal mereka sendiri. Umat Islam harus mengkritik tajam atas inkonsistensi Barat. Kenapa pemerintah Barat melarang jilbab dan membungkam kaum Muslim di Barat yang menentang ketidakadilan, padahal ini adalah bagian dari pelaksanaan HAM? Umat Islam juga dapat menyoroti konsekuensi yang sesungguhnya yang telah menciptakan masyarakat seperti ini.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, Umat Muslim harus bekerja bagi tegaknya Khilafah karena inilah alternatif satu-satunya atas kegelapan yang diderita oleh masyarakat dibawah liberalisme. Dibawah Khilafah lah, hak-hak manusia ditentukan oleh Sang Pencipta manusia dimana pasti terpenuhi secara adil, bukan oleh manusia itu sendiri. Tidak ada seorangpun yang dipaksa untuk menjadi Muslim, kaum wanita akan diberikan hak-hak mereka yang sesungguhnya, penduduk bisa meminta tanggung jawab penguasa dan tidak ada ruang bagi para diktator brutal yang mengotori Dunia Islam pada hari ini.</p>
<p><strong><em>Akhirnya</em></strong>, adalah perlu untuk mengingat kata-kata seorang ahli politik Amerika,Samuel Huntington, yang mengatakan “Barat menguasai dunia bukan karena Superioritas ide-ide atau nilai-nilainya atau agamanya melainkan karena superioritasnya dalam menerapkan kekerasan yang terorganisir. Orang Barat seringkali lupa akan fakta ini, tapi orang Non-Barat tidak pernah melupakannya.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=152&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/18/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TODAY’S DIALOGUE METRO TV “KHILAFAH VS DEMOKRASI”</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/today%e2%80%99s-dialogue-metro-tv-%e2%80%9ckhilafah-vs-demokrasi%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/today%e2%80%99s-dialogue-metro-tv-%e2%80%9ckhilafah-vs-demokrasi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Saya siap! Menerima perintah utk berkonfrontasi SECARA FISIK dan mengalirkan darah dg org2 JIL+konco2nya laknatullah ! Allahu akbar !!! INGIN RASANYA MEMENGGAL ORG JIL BSRT KONCO2NYA ! ALLAHUAKBAR!!!! +6285221328xxx Afwan Ustadz, jk sms sy agak emosional, sy tdk tahan melihat Ustadz dlam acr Today Dialogue di Metro tv, seolah ustadz jadi terdakwa. Rasanya sy ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=184&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Saya siap! </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Menerima perintah utk berkonfrontasi SECARA FISIK dan mengalirkan darah dg org2 JIL+konco2nya laknatullah ! Allahu akbar !!! INGIN RASANYA MEMENGGAL ORG JIL BSRT KONCO2NYA ! ALLAHUAKBAR!!!! <span> </span>+6285221328xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Afwan Ustadz, jk sms sy agak emosional, sy tdk tahan melihat Ustadz dlam acr Today Dialogue di Metro tv, seolah ustadz jadi terdakwa. Rasanya sy ingin memecahkan kepala org2 kufur+munafik itu! Allahu akbar!! +6285221328xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Menghadapi org JIL+kroninya tdk ada bedanya dg menghadapi kambing! </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Tdk perlu kita ajak dialog,<span> </span>karena mereka halal kita SEMBELIH! ALLAHU AKBAR!! +6285221328xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Ass. Mantap ust. Seandainya Rasul mencontohkan, ingin sy habisi munafik di kiri dan kanan antum. +62811425xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">+++<span id="more-184"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Itu adalah sebagian dari puluhan <em>sms</em> bernada marah yang masuk ke handphone saya beberapa saat usai<span> </span>acara Today’s Dialogue Metro TV, Selasa 30 September jam 22.05 lalu.<span> </span>Menanggapi <em>sms</em> seperti itu, tentu tidak boleh saya ikut-ikutan emosional. Saya tanggapi <em>sms-sms</em> semacam itu dengan mengutip penggalan sebuah ayat dalam al Qur’an, <em>lam nu’mar bi dzalika ba’da.</em> Intinya, bahwa kita tidak diperintahkan untuk melakukan hal seperti itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Tapi <em>sms-sms</em> itu kiranya bisa memberi gambaran betapa sikap, ucapan dan tanggapan dari para pembicara dalam<span> </span>diskusi itu telah mengundang berbagai tanggapan, termasuk tanggapan yang sangat keras seperti di kutip<span> </span>di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Acara berdurasi 1 jam itu malam itu memang mengambil topik panas, <strong><em>Demokrasi vs Khilafah</em></strong>. Menghadirkan Koordinator JIL, Abdul Muqsith Ghazali, Dosen Universitas Paramadina Novriantoni dan Jubir HTI, Muhammad Ismail Yusanto dengan pembawa acara Meutia Hafidz. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Sekilas, dua pembicara pertama berasal dari dua institusi berbeda. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Satu dari JIL satunya lagi dari Universitas Parmadina. Tapi sesungguhnya, keduanya sama saja. Bila disebut dari JIL, Novriantoni juga anggota JIL. Bila disebut Paramadina, Muqsith adalah juga dosen Universitas Paramadina.<span> </span>Walhasil, tidak salah bila pemirsa menilai,<span> </span>ini dialog keroyokan JIL menghadapi HTI. Malah ada pemirsa yang menilai, pembicara dari HTI bukan hanya dikeroyok 2, tapi 3 orang karena pembawa acara, Meutia Hafidz, ikut-ikutan ”mengeroyok’ dengan memberikan waktu lebih kepada dua pembicara dari JIL itu. Maka, tak heran bila sejumlah tudingan miring pemirsa lantas dialamatkan kepada Metro TV.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Mas Ismail.. selama ini ada pertaxaan yg menggelayut d dalam hati sy: ”Apakah Metro Tv sudah menjadi TV yg spesialis ANTI ISLAM??? Malam ini – Alhamdulillah-sudah terjawab,jawabanx: IYA. Dari setiap episode Todays Dialog sebelumx yg selalu saja menampilkn 2 pmbicara dari fihak sekuler yg d biarkan (baca: sengaja) mengeroyok rame2 1 orang pmbcr dari fihak ISLAM. Benar2 skenario ketidak adilan yg NYATA dari fihak Metro TV. +6285248695xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Aww, ga adil euy metro tv, masa 2vs1. Pk..km smwa do’ain bpk&#8230;innallaha ma’ana.. +6281381793xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Stlh mnntn Today’s Dialog di Metro TV. Sy kok jd geram dg tv<span> </span>’sipilis’ tsb. Knp setiap mmbhs ttg islam, phk yg ’istiqamah’ kok selalu dikeroyok. Entah itu MUI, HTI, MMI dsb. Lain kl mgkn perlu diprtmbngkn utk tdk usah bersedia hdr/b’dialog kl dikryk sprt pd TD +6281381131xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Asslmkm. Pak Ismail, sy lihat anda dikeroyok JIL di metrotv barusan. Sabar ya. Sabar. Islam memang tidak bisa dipahami oleh orang2 yg tdk punya semangat unt berislam scar kaffah. Cuma anda di antara mereka yg berjenggot – sdg jenggot adalah sunnah yg valid/shahih. Mereka blajar islam ke barat, ke bukan penganut islam. Jadi ya maklum saja +6281387211xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">+++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Menghadapi diskusi keroyokan seperti itu ditambah dengan sikap dua pembicara dari JIL yang memang terkesan sangat arogan dan sangat menyepelekan atau malah melecehkan gagasan khilafah, ada 3 pilihan sikap. Pertama terpancing emosi; kedua menanggapi sekenanya atau menanggapi dengan guyonan; atau ketiga menyikapinya dengan serius karena ini adalah kesempatan bagus untuk sebisanya menjelaskan kepada khalayak tentang topik pembahasan yang sangat penting, yang baru diinfokan sesaat sebelum acara dimulai.<span> </span>Pilihan ketiga itulah yang diambil meski tidak mudah karena kesempatan yang sangat terbatas. Tapi tampaknya, strategi itu cukup berhasil, terlihat dari respon pemirsa diantaranya dari tokoh PAN, Pak Abdillah Toha. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Ustadz Ismail, minal aidin wal faizin. </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Stlh menyimak Today’s Dialogue mlm ini, walau topiknya memang debatable, kesan saya lawan2 bicara anda (terutama yg dari JIL) cenderung angkuh dan liberal minded. Hormat saya kpd anda yg, walau dikeroyok, menghadapi mereka dgn argumen yg konsisten dan dingin.<span> </span>Kalau boleh urun rembug, apakah tidak sebaiknya HTI pada tahap ini memasyarakatkan perlunya persatuan Islam, sebelum memasarkan khilafah, yg akan datang dgn sendirinya bila ummah sdh bersatu. Salam, Abdillah<span> </span>Toha. </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Allahuakbar! 3x. Awal2 sesak nafas saya ustad diframe diantara para sekuler laknatullah. Ht dihina, Islam dihina. Tetapi ustad tetap tenang, bahkan pada akhirnya bisa membalikkan keadaan, dg mngatakan bahwa mereka para sekuler yg tidak punya solusi. Allahuakbar walillahil hamd. Semoga Allah memberikan Rahmat dan redhoNya kepada ustad. Amin.<span> </span>+6285274230xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Aww.luar biasa dan sabar ust mnghadapi 2pmbicara (fasik) yg ingkar thdp janji Allah SWT dlm today dialogs metro tv. Maaf lahir batin +6281384128xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Komentar teman kuliah, stlh lihat dialog todays:<span> </span>Subhanallah.. ustad ismail luar biasa&#8230;luas ilmunya dan sngt tenang dlm membungkam serangan2 orang2 JIL. +628121113xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Asslm Wr Wb, sy lihat todays dialogue metro TV hari ini, selamat pak&#8230;jawaban2 yg memberikan pencerahan&#8230;semoga setelah acara tsb, banyak response baik dari penonton. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, +6281310691xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Aslkm wr wb, subhanallah alhamdulillah lailahaillallah allahu akbar, salut atas ketenangan ustadz m’hdpi kengawuran beliau2 di today’s dialog. Wslm +6281355124xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Stlh mnyksikan todays dialog tdi mlm,saya salut atas ksabaran n keistiqomahn ustd dlm mnghdpi tantangan2 dkwh&#8230;”mrk yg meyakini bhwa mrk akn mnemui Allah brkata: btp bnyk klompok kcil mnghalahkn klmpok besar dgn izin Allah, dan Allah bsrta org2 yg sabar” +6281953728xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Selamat Idul Fitri 1429 H..Bravo utk ketangkasan ustd di medan perang kata2 Today Dialog Metro TV walau Ustd sendirian&#8230;+628111106xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Aww. Mantap&#8230;mantap&#8230;ust&#8230;Mhsiswa UIN itu yg jarang bc.pdhl ali abdurraziq diusir dr al azhar. He3.klo muqsith&amp;novi srius mngkaji islm. Dia akn jd pejuang khilafah. +6281806775xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="ES">Ass Salut buat bapak! </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dlm today dialog. Sy dukung bapak! Allahu akbar. Kehebatan di tengah orang2 JIL dlm dialog tersebut sangat memukau! &amp; menyentuh akal nurani. Mhn maaf lahir batin. +6281385289xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Subhanallah..ustadz ismail luar biasa..luas ilmunya dan sngat tenang dalam membungkam serangan2 orang2 JIL +6281317468xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">+++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sikap angkuh, melecehkan dan menyepelekan ide khilafah menjadi bumerang buat pembicara dari JIL. Pantas banyak sekali pemirsa yang kesal dibuatnya. Apalagi memang faktanya mereka tidak memiliki konsep. Hanya sekadar menolak ide khilafah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sy nonton todays dilaogue td mlm mas, bebal ya org jil..hehe.. +6285244136xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dari awal jil mjelek2an HT, itu bukan ciri muslim. Jil antek AS memang punya konsep apa? + 62817191xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kaum munafiq/org JIL (jrgn iblis liar) kan mmg sdh tdk percaya pd al quran &amp; as sunnah&#8230;&#8230;.Mrk sbnr’nya kan org linglung. B’debat dg mrk, bikin capek..+6281381131xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Aslm ust..sy melihat Todays dialog sangat tidak seimbang. Tampak kebencian dan kebodohan mrk akan konsep khilafah +6281271671xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kata Ayah saya Jaman penjajahan dulu antek2 penjajah dan org2 yg terbiasa dijajah menganggap cita2 agar Indons Merdeka suatu hal yg Utopis, hal itu terulang di saat ini antek2 AS dan Yahudi serta org2 yg telah terbiasa terjajah menganggap KHILAFAH suatu hal Utopis…sadarkah antek AS n Zionist! +628161654xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Allahuakbar!!! Janji Allah, syariah dan khilafah akan tegak! Bukan utopis! Org2 kafir dan antek2x akan masuk neraka&#8230; +6285241692xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Komentar kecil todays dialog mlm ini tntang khilafah antara ust. Ismail dg ulil absor jar iblis laknatullah: mrk hnya bs mngkritik mlompong tanpa solusi-kini khilafah di prdebatkan,maka esok pasti akan tegak. Ya moqolibul qulub tsabbit qulubuna ’ala din. Smg Allah mmrkuat keistiqomahan para pjuang SKS amin. +628993312xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">+++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Sebaliknya, meski dilecehkan begitu rupa, kebenaran tentang ide khilafah tidak bisa ditutupi. Keyakinan akan tegaknya kembali khilafah tetap kokoh. Apresiasi positif justru<span> </span>ditujukan kepada HTI yang konsisten terus menggelorakan perjuangan penegakan khilafah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Allahu akbar, pa is umat yg bnar2 beriman+bnar islam slrh dunia sgt mrindukan khilafah. Allah mh benar&amp;mh tau mn org2 yg imannya bnar. Mdh2an khilafah sgr tgk. +6285759045xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Apa yg ustdz smpaikan semakin jelas bahwa sesungguhnya islm itu punya sistm sndri yg kurgn dikethui umt islm termsk penolakn dari jil. Hizbt tahrir punya jasa besar dlm menyebrkn sistm islm yg sengaja dikubur makanya saya tersenth kalau ada selain khilfh utk menyelesaikn berbagai problm ummt di selurh dunia jil tdk bisa memberikn jwbnnya maka jelas khilafh dikernkan sosialis komuns sdh kolap duluan kapitalis diambng kehancuran +6285650800xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ass, Ust, mskipun anda trlihat ’trsudutkn’ dlm Todays Dialogue kmrn,tp kbnran ttp tmpak dlm ide yg anda smpaikn,kami smua yakin kbnaran yg haq hnya milik Allah. +6281553123xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">ALLAHUAKBAR!!! Ust,doa kmi slalu brsama antm.Raih kmenangan mulia walau antek2 iblis menyerang krn tgakx KHILAFAH adlh jnji ALLAH yg NYATA! +623437649xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">ALLAHU AKBAR 3X ust luar biasa dlm acr today dialogue td&#8230;.Subhanallah mrk membuat makar akan tetapi makar Allah yg tetap menang.Mrk tdk punya konsep.Inilah Makar ALLAH melalui ust. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar. +6281363417xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">+++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Benar, terlalu banyak untuk disebut makar yang telah dibuat oleh kekuatan sekuler global yang ditopang oleh media massa dengan dukungan pemikir dan tokoh sekuler berikut anak didik dan anak cucunya di dalam dan di luar negeri yang berusaha keras menghentikan laju berkembangnya gagasan <span> </span>khilafah, tapi makar Allah lah yang pasti menang. Buktinya, semakin dihambat, gagasan <span> </span>khilafah justru semakin<span> </span>berkembang, semakin diterima dan dirasakan semakin urgent sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi problematika umat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Khilafah yang definisikan <span> </span><strong><em>ri’asatul ammah lil muslimin jami’an fi al-dunya li tathbiqi al-syariah islamiyyah wa nasril Islam fil alam</em>,</strong> substansinya ada tiga yakni <strong>ukhuwah, syariah dan dakwah</strong>. Artinya, khilafah lah satu-satunya institusi yang mampu mewujudkan ukhuwah Islamiyyah secara hakiki. Melalui kepemimpinan seorang khalifah umat Islam akan kembali bersatu; Khilafah lah satu-satunya yang akan menerapkan syariah secara kaffah guna menggantikan posisi sistem kapitalisme yang semakin rapuh; dan Khilafah pula lah satu-satunya yang mampu melindungi kehormatan Islam dan umatnya <em>(izzul islam wal muslimin)</em> dari kedzaliman seperti yang terlihat di Irak, Afghanistan dan Palestina. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Karena itu, seperti tanggapan seorang pemirsa, mudah-mudahan dialog itu memberikan pengaruh baik kepada khalayak. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Subhanallah,luar biasa pak.Baru kali ini ada bhsn di tv khilafah vs demokrasi.Smoga brdampak luar biasa juga.Allahuakbar! </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">+628157937xxx</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Wallahu’alam bi al-shawab.</span></em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Ismail Yusanto<br />
</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=184&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/today%e2%80%99s-dialogue-metro-tv-%e2%80%9ckhilafah-vs-demokrasi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOGIKA PENDUKUNG LIBERALISASI SEKSUAL ITU MENGADA-ADA</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/logika-pendukung-liberalisasi-seksual-itu-mengada-ada/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/logika-pendukung-liberalisasi-seksual-itu-mengada-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Munculnya UU yang mengatur Pornografi dan Pornoaksi mendapat penentangan sengit dari kalangan liberal dan feminis. Entah ada apa dengan mereka. Seperti orang ‘kalap’ mereka pun menggunakan logika ‘sekenanya’ yang kadang-kadang justru terlihat ‘mengada-ada’. Bagaimana sebenarnya bangunan logika mereka? Dimana letak ‘mengada-adanya’? Apakah RUU Pornografi yang akan disahkan sudah sesuai dengan harapan? Adakah ‘catatan kritis’ terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=179&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                              &lt;![endif]--> <span style="font-family:&quot;" lang="ES">Munculnya UU yang mengatur Pornografi dan Pornoaksi mendapat penentangan sengit dari kalangan liberal dan feminis. Entah ada apa dengan mereka. Seperti orang ‘kalap’ mereka pun menggunakan logika ‘sekenanya’ yang kadang-kadang justru terlihat ‘mengada-ada’. Bagaimana sebenarnya bangunan logika mereka? Dimana letak ‘mengada-adanya’? Apakah RUU Pornografi yang akan disahkan sudah sesuai dengan harapan? Adakah ‘catatan kritis’ terhadap RUU Pornografi? Apakah RUU Pornografi justru menjadi ‘pengatur kebolehan’ bukan bersifat melarang? Dan sebenarnya, apa yang melatarbelakangi munculnya RUU Pornografi? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, redaksi al-Waie (gus uwik) mewawancara Ust. Muhammad Rochmat S Labib (Ketua DPP HTI). Berikut petikannya:<span id="more-179"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="ES"> </span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="ES">Ada yang berpandangan, RUU pornografi tidak diperlukan. Alasannya, lebih baik persoalan itu diserahkan saja kepada keluarga untuk melakukan pendidikan. Toh semua orang juga tahu, pornografi itu buruk. Bagaimana menyikapi pandangan tersebut?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pandangan itu jelas salah besar. Sebab, tidak ada satu pun kejahatan di dunia ini yang pemberantasannya diserahkan kepada keluarga. Untuk bisa memberantas kejahatan apa pun, pasti dibutuhkan tangan negara untuk melakukannya. Caranya adalah dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pelaku yang terlibat. Ini berlaku untuk kejahatan apa saja. Termasuk dalam soal pornografi. Semua yang terlibat, mulai dari produsen, pelaku, penyebar, pengguna, dan sebagainya harus dihukum. Dengan begitu, mata rantai pornografi dan pornoaksi dapat diputus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Tindakan tegas itu jelas tidak mungkin oleh keluarga. Yang bisa dilakukan keluarga hanya sebatas menghimbau anggota keluarganya agar tidak terlibat dalam pornografi. Itu pun tidak ada jaminan setiap keluarga melakukan pendidikan yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pemberantasan pornografi lewat keluarga kian mustahil jika melihat pornografi yang telah bergentayangan sedimikain rupa. Hampir tidak ada ruang tanpa dihadiri pornografi. Bagaimana mungkin orang tua bisa memberikan pendidikan secara optimal, jika anak-anak dikepung oleh pornografi di sekitarnya? Tidak terperngaruh saja sudah untung. Oleh karena itu, membebankan pemberantasan pornografi kepada keluarga bukan hanya salah, namun juga berbahaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Ada juga yang mengatakan bahwa ‘klausul’ tentang asusila sudah diatur dalam KUHP sehingga tidak perlu diundangkan secara khusus. Bagaimana Ust memandang masalah ini?</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Dalam KUHP tidak satu pun yang secara khusus mengatur pornografi. Yang ada hanya pelanggaran susila. Itu pun sangat global dan multitafsir. Masing-masing hakim bisa memberikan penafsirannya sendiri-sendiri. Sehingga UU tersebut tidak bisa menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Bukti jelas akan hal itu adalah majalah Playboy Indonesia, yang jelas-jelas mengusung pronografi, diputus tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Itu menunjukkan, KUHP tidak bisa berbuat banyak menghadapi serbuan pornografi dan pornoaksi. Peredaran pornografi yang kini demikian bebas beredara di masyarakat juga menjadi bukti lainnya. Sampai-sampai Indonesia dimasukkan sebagai negara paling bebas dalam pornografi nomor dua setelah Rusia. Oleh karena itu, menolak RUU Pornografi sembari mencukupkan diri dengan KUHP sama halnya berharap pornografi dan pornoaksi tetap merajalela dalam kehidupan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Jadi, kita apakah sangat membutuhkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya, b</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">enar. Sebab, membanjirnya pornografi dan pornoaksi hanya bisa dihadang oleh undang-undang yang tegas melarang dan memberantasnya. Ada undang-undang yang tegas melarang saja, suatu kejahatan masih dimungkinkan terjadi, apalagi tidak ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Tapi ada yang bilang bahwa undang-undang itu mendiskriminasi wanita dan ancaman bagi non-Muslim, benarkah demikian?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Apakah yang dimaksud dengan mendiskriminasi wanita? Apakah karena bagian tubuh wanita lebih banyak tidak boleh dipertontonkan sebagaimana laki-laki? Kalau itu yang dimaksud dengan mendiskriminasi, itu jelas kesimpulan yang salah. Sebab, memang terdapat perbedaan fisik antara tubuh laki-laki dan perempuan. Bagian tubuh jauh lebih menarik. Oleh karena itu, dalam kasus pornografi, tubuh wanitalah yang lebih banyak dipertontonkan. Karena faktanya berbeda, maka solusi yang diberikan terhadapnya pun harus berbeda. Tak mengherankan jika dalam Islam dibedakan batas aurat antara keduanya. Ibarat penyakit, ketika penyakitnya berbeda, tentulah obat yang diberikan berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Bisa jadi jadi ada yang beralasan, apa salahnya wanita mempertontonkan keindahan tubuhnya. Tapi harus diingat, wanita pula yang akan jadi korban jika pameran aurat itu dibebaskan. Berbagai kasus pemerkosaan akibat pornografi, wanitalah<span> </span>menjadi korbannya. Di Amerika misalnya, p</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">ada 1995 terjadi kasus pemerkosaan sebanyak 683.280. Setiap 1 dari 3 wanita pasti mengalami kekerasan seksual seumur hidupnya. Setiap 1 dari 4 mahasiswi perguruan tinggi pasti pernah diperkosa/mengalami percobaan perkosaan. (sumber: <em>United States Department of Justice-Violence Against Women Office</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sementara pemerkosaan bisa menimbulkan dampak-dampak emosional,</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">mental, dan psikologis bagi korban<span> </span>dan keluarganya. Sensus di AS menunjukkan bahwa 1,3 juta perempuan sedang mengidap suatu penyakit akibat pemerkosaan yang dikenal dengan <em>rape related post traumatic disorder (RR-PTSD);</em> 3,8 juta perempuan pernah mengidap <em>RR-PTSD; </em>diperkirakan 211.000 perempuan akan mengidap <em>RR-PTSD </em>setiap tahunnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Oleh karena itu, pelarangan pornografi justru melindungi wanita.<em> </em>Demikian juga non-Muslim. Mereka juga ikut terlindungi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Para penentang itu beralasan bahwa salah satu kekhawatiran mereka adalah terjadinya Arabisasi<span> </span>atau Islamisasi, benarkah demikian?</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Kita juga patut heran kepada mereka, mengapa kalau sesuatu yang datangnya dari Islam dan Arab mesti dicurigai dan ditentang? Pertanyaannya, apakah yang berasal dari Islam dan Arab pasti buruk sehingga layak untuk ditolak? Jika tidak, mengapa kita tidak bersikap lebih objektif sehingga mau menerima kebaikan dan kebenaran dari mana pun, termasuk dari Islam dan Arab.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Jika penolakan itu didasarkan kepada nasionalisme, mengapa sikap yang sama tidak diberlakukan terhadap Barat? Dalam soal berpakaian, misalnya <span> </span>pakaian ala Barat lah yang wajib dikenakan. Lihat saja bagaimana s</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">eluruh s</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">iswa sekolah, birokrat, atau tentara dipaksa untuk mengenakan celana, rok, dasi, atau topi yang notabene pakaian ala Barat. Mengapa tidak ada yang protes dan menentang? Apakah karena berasal dari Barat sehingga pasti baik dan layak diterima? </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Oleh karena itu, menolak larangan pornografi dengan alasan Arabisasi atau Islamisasi adalah alasan yang mengada-ada. Seharusnya, bisa bersikap lebih objektif. Dari mana pun datangnya, jika benar dan membawa kebaikan bagi kita, harus diterima. Sebaliknya, jika salah dan membawa kehancuran, sekalipun itu tradisi sendiri yang telah berurat berakar, harus ditinggalkan. </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kalau Arabisasi barangkali masih harus diteliti ulang. Namun kalau dari Islam semestinya justru harus diterima. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Sebab Islam sudah pasti benar karena datang dari Dzat Yang Maha Benar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ada juga yang menolak RUU Pornografi karena khawatir akan menghancurkan budaya dan akan terjadi penyeragaman budaya? </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span></em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Alasan ini juga mengada-ada. Kalau itu alasannya, mengapa tidak ada yang menentang ketika semua pakaian tradisional, termasuk koteka, tidak boleh digunakan dalam berbagai kegiatan resmi tersebut? Mengapa tidak ada yang berteriak bahwa kebijakan itu bisa melenyapkan kekayaan budaya Indonesia?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Demikian juga ketika ada keharus mengenakan helm bagi pengendara sepeda motor. Mengapa kebijakan itu tidak dianggap telah memberangus budaya lokal yang mengenakan <em>blangkon </em>(penutup kepala khas Jawa)? Barangkali saja karena semua menyadari betapa betapa bahayanya mengendarai sepeda motor tanpa helm yang melindungi kepala mereka sehingga harus merelakan meninggalkan <em>blangkon-</em>nya. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kasus pornografi pun tidak jauh berbeda. Ketika aurat dipamerkan dalam ruang publik dipandang membahayakan bagi kehidupan, harus dilarang. Termasuk pakaian adat itu sudah jelas terkatagori porno dan membahayakan. Harus direlakan untuk ditinggalkan. Bukan malah dilestarikan, apalagi dikembangkan. Atau dijadikan sebagai alasan menolak pelarangan pornografi dan pornoaksi.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Lalu bagaimana isi draft terakhir RUU Pornografi menurut Ustadz, apa sudah memenuhi harapan? </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Itu yang kita prihatinkan. Dalam draft terakhir yang saya baca, ada perubahan cukup mendasar pada RUU ini. Jika draft sebelumnya bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, kini kata Anti dan Pornoaksi dihilangkan. Sehingga menjadi RUU Pornografi. Penghilangan dua kata tersebut sangat berarti. Dihilangkannya kata ’Anti’ mengesankan bahwa yang diinginkan oleh RUU ini hanyalah mengatur atau meregulasi pornografi. Bukan melarang atau memberantasnya. Kesan ini kian menemukan buktinya jika kita menelaah beberapa<span> </span>pasal-pasal di dalamnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Demikian juga penghilangan kata ’Pornoaksi’. Itu menunjukkan bahwa pornoaksi tidak termasuk dalam perkara yang diatur dalam RUU ini. Berbeda dengan draft RUU APP yang secara tegas menjelaskan perkara pornoaksi, di dalam RUU pornografi ini tidak ditemukan sama sekali kata ’pornoaksi’. Jika dicermati, memang ada upaya untuk memperluas makna pornografi sehingga mencakup pornoaksi juga. Akan tetapi, cakupannya tidak menyeluruh sehingga banyak tindakan pornoaksi yang tidak tercakup dalam RUU ini. Padahal, pornoaksi tidak kalah bahayanya bagi kehidupan dibandingkan pornografi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Bisa diberikan penjelasan lebih detail yang menunjukkan bahwa RUU ini hanya sekadar regulasi, dan bukan memberantasnya?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Dalam draft RUU ini, pornografi dikelompokkan menjadi dua macam. Ada pornografi yang dilarang dan ada yang diperbolehkan. Dalam pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa pornografi yang dilarang itu berupa lima materi, yakni: <span style="letter-spacing:.3pt;">persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; dan alat kelamin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;letter-spacing:.3pt;" lang="IN"><span> </span>Jika dicermati, kelima </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">materi pornografi itu, hanya berkisar kepada kalamin. Persenggamaan, kekerasan seksual, masturbasi, dan alat kelamin jelas menunjukkan pornografi yang dilarang hanya berkisar kepada kelamin. Mungkin hanya kata ‘ketelanjangan atau yang mengesankan ketelanjangan’ yang bisa memberikan pengertian lebih luas. Namun jika ketelanjangan diartikan sebagai ‘tanpa busana’, berarti juga terlihat kelaminnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Karena pornografi yang dilarang hanya mencakup lima materi itu, berarti materi pornografi selainnya diperbolehkan. Dengan demikian, mempertontonkan beberapa anggota tubuh lainnya, sekalipun juga dapat membangkitkan hasrat seksual dan melanggar kesusilaan, seperti paha, pinggul, pantat, punggung, pusar, perut, dan payudara tidak termasuk dalam pornografi yang dilarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;letter-spacing:.4pt;" lang="IN">Bertolak dari pasal itu, berarti </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">banyak aksi porno yang tidak dikatagorikan sebagai pornografi terlarang, seperti tarian atau goyangan erotis. Demikian juga berbagai aktivitas yang mengarah kepada hubungan seks, seperti berciuman, berpelukan antara<span> </span>laki-laki dan perempuan, dsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selain kesimpulan itu, apakah ada pasal-pasal yang secara tegas memperbolehkan materi pornografi yang dilarang itu?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya, ada. Dalam pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa <span style="letter-spacing:.4pt;">pornografi selain yang dimaksudkan dalam pasal 4 ayat 1 wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undang. </span>Pasal ini secara jelas menunjukkan bahwa selain pornografi yang dilarang, ada juga materi pornografi yang diperbolehkan. Kendati harus mengikuti peraturan perundang-undangan,<span style="letter-spacing:.4pt;"> namun jelas tidak ada larangan terhadapnya.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;letter-spacing:.4pt;" lang="IN">Dalam ayat 2 juga </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">dijelaskan bahwa jenis <span style="letter-spacing:.4pt;">pornografi tersebut harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.</span> Dalam penjelasan pasal ini disebutkan bahwa yang dimaksud dengan ‘di tempat dan dengan cara khusus’ misalnya penempatan yang tidak dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Berdasarkan pasal ini, pornografi justru mendapatkan legalisasi untuk berkembang tanpa takut diusik jika sudah memenuhi kriteria ‘dilakukan di tempat dan cara khusus’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kalau hanya regulasi, berarti <span> </span>belum sesuai dengan harapan masyarakat dong?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Ya, masih jauh. Bahkan sangat naif. Undang-undang yang diharapkan dapat melindungi rakyat dari bahaya pornografi justru malah melindungi dan melegalisasi pornografi. Majalah Playboy Indonesia dan semacamnya yang tidak menampakkan alat kelamin justru menjadi legal menurut pasal ini asalkan dalam peredarannya dijauhkan dari jangkauan anak-anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Patut ditegaskan, pornografi bukan hanya berbahaya bagi anak-anak. Berbagai tindak kejahatan yang diakibatkan pornografi, seperti seks bebas, pemerkosaan, dan sebagainya kebanyakan dilakukan oleh orang dewasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Apa kira-kira yang melatar belakangi munculnya RUU Pornografi itu?</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Sebagaimana layaknya undang-undang lainnya, RUU ini hasil kompromi berbagai pihak dan kepentingan. Termasuk intervensi asing. Ini diakui sendiri oleh Ketua Pansus Balkan Kaplale ketika menemui delegasi dari Hizbut Tahrir. Dia juga menyebut, ada dua negara yang paling kuat menekan, yakni Inggris dan Australia. Maka jadilah RUU yang tidak tegas melarang pornografi. Namun anehnya, masih saja ada saja yang menentang RUU ini disahkan dengan berbagai dalih.<span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kalau begitu, kira-kira undang-undang seperti apa yang dibutuhkan masyarakat?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kembalikan saja </span><span style="font-family:&quot;">K</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">epada Islam. Islam memiliki kondep jauh lebih sopan dan beradab berkaiatan dengan masalah ini. Konsep itu adalah mengenai aurat dan tata aturannya. Batas aurat dalam Islam itu amat jelas dan baku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Aurat laki-laki, baik terhadap sesama laki-laki maupun terhadap wanita adalah antara pusar dan lutut. Sementara aurat wanita terhadap laki-laki asing (bukan suami dan mahramnya) adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Di samping itu, pakaian yang dikenakannya sudah ditentukan yakni: jilbab dan kerudung—adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Aurat tersebut wajib ditutup dan tidak boleh dilihat kecuali orang yang berhak, terlepas terlihatnya aurat itu dapat membangkitkan birahi atau tidak. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornografi.</span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Islam juga melarang beberapa tindak yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Di antaranya Islam melarang <em>tabarruj</em> (berhias berlebihan di ruang publik), berciuman, berpelukan, bercampur-baur antara pria-wanita, berkhalwat dengan wanita bukan mahram, dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan perzinaan. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornoaksi.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Singkat kata, terapkan syariah secara kaffah, niscaya pornografi akan tersingkir dari kehidupan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=179&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/logika-pendukung-liberalisasi-seksual-itu-mengada-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM EKONOMI DAN KEUANGAN KAPITALIS MENCIPTAKAN INSTABILITAS</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/sistem-ekonomi-dan-keuangan-kapitalis-menciptakan-instabilitas/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/sistem-ekonomi-dan-keuangan-kapitalis-menciptakan-instabilitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Dunia sedang mengalami krisis finansial. Ekonom kapitalis yang ‘jujur’ melihat realitas menuding bahwa sistem kapitalis lah penyebab terjadinya krisis ini. Namun, sebagian ekonom kapitalis yang lain berkilah bahwa ini hanyalah persoalan teknis semata. Bukan ideologis/sistemis. Oleh karenanya akan membuat keseimbangan baru. Pertanyaannya adalah apakah krisis finansial global akan berpengaruh kepada Indonesia? Sejauh apa pengaruhnya? Pemerintah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=174&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                              &lt;![endif]--> <span style="font-family:&quot;">Dunia sedang mengalami krisis finansial. Ekonom kapitalis yang ‘jujur’ melihat realitas menuding bahwa sistem kapitalis lah penyebab terjadinya krisis ini. Namun, sebagian ekonom kapitalis<span> </span>yang lain berkilah bahwa ini hanyalah persoalan teknis semata. Bukan ideologis/sistemis. Oleh karenanya akan membuat keseimbangan baru. Pertanyaannya adalah apakah krisis finansial global akan berpengaruh kepada Indonesia? Sejauh apa pengaruhnya? Pemerintah mengklaim bahwa fundamental ekonomi Indonesia ‘kuat’ sehingga tidak mudah terpengaruh. Benarkah demikian? Bagaimana Islam memberikan solusinya? Bagaimana pandangan Islam agar fundamental ekonomi suatu Negara bisa kuat? Serta seperti apa praktik penerapan keuangan syariah? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, redaksi al-waie (gus uwik) mewawancara <strong>Ust</strong> </span><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Muhammad </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Riza R</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="IN">o</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">sadi</span></strong><span style="font-family:&quot;"> (DPP HTI). Berikut petikannya:<span id="more-174"></span></span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Menurut pandangan Ust, krisis finansial global saat ini apakah persoalan teknis ekonomi ataukah ideologis?</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:18pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sebagian ekonom menganggap bahwa krisis finansial global yang terjadi saat ini adalah persoalan teknis ekonomi. Krisis finansial yang menimpa pasar global khususnya Amerika Serikat saat ini adalah kejadian yang berulang sebagaimana krisis-krisis sebelumnya. Pada tahun 1929 dunia mengalami depresi besar. Krisis tersebut menimpa perekonomian AS, namun gejolak dan pengaruhnya dirasakan dunia. Dan krisis finansial tersebut juga kembali terjadi. Berawal dari krisis surat utang yang berbasis pada sektor properti kelas dua (<em>subprime mortgage</em>) yang tersejadi sejak agustus 2007, kemudian merambat hingga mengguncang pasar finansial AS dan pengaruhnya juga dirasakan secara global. Banyak perusahaan investasi, asuransi, dan perbankan yang terkait dengan <em>subprome mortgage </em>jatuh bangkut. Citigroup, Merril Lynch, Morgan Stanley, hingga Bear Stearn mengalami kerugian yang sangat besar akibat krisis surat utang tersebut. Bahkan Raksasa investasi Amerika Serikat Lehman Brothers akhirnya “tumbang”. Kebangkrutan Lehman Brothers ini menimbulkan gelombang besar melalui pasar keuangan dunia berupa jatuhnya pasar saham dunia serta gejolak mata uang.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:18pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Namun, kalau kita cermati krisis finansial global tersebut bukanlah persoalan teknikal ekonomi semata&#8211;yakni sekedar penyesuaian harga menuju keseimbangan baru&#8211;, melainkan persoalan ideologi sebagai akibat dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalis secara global. Penerapan ideologi kapitalis di bidang ekonomi telah menyebabkan krisis di berbagai penjuru dunia.</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Berbagai k</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">risis ekonomi </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">terus </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">melanda dunia</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">;</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">krisis Finlandia tahun 1992, </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">krisis ekonomi yang melanda Meksiko pada tahun 1994, bangkrutnya perusahaan raksasa Baring-Singapura tahun 1995, keguncangan bursa saham dunia Wall Street, New York pada tahun 1995, kredit macet ratusan trilyun rupiah pada bisnis properti di Jepang tahun 1996, krisis ekonomi yang diawali krisis moneter di Asia dan berbagai belahan dunia tahun 1997</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">, krisis Rusia pada tahun 1998, Krisis Brasil pada tahun 1999, Krisis Turki tahun 2001, Krisis Argentina tahun 2001, hingga krisis finansial Amerika Serikat tahun 2007 yang berdampak global; semuanya itu tidak terlepas dari penerapan ideologi kapitalis di bidang ekonomi. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Sebenarnya, apa kelemahan mendasar s</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">i</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;">stem keuangan kapitalis?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Menurut saya, kelemahan mendasar yang ada pada sistem ekonomi dan keuangan kapitalis adalah adanya <em>instabilitas</em> yang secara alami ada pada sistem ekonomi kapitalis. <em>Instabilitas</em> inilah yang menjadi</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">pemicu terjadinya krisis keuangan dan berdampak pada krisis ekonomi dunia. Dalam sistem ekonomi kapitalis, pembangunan ekonomi lebih banyak ditopang oleh pertumbuhan sektor non rill dan bukan sektor riil.</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Kegiatan spekulatif nonproduktif &#8211;yakni transaksi derivatif di pasar uang, bursa valas, bursa saham dan bursa berjangka komoditas&#8211;; transaksi ekonomi yang mengandung rente (riba); serta persoalan mata suatu negara yang tidak ditopang dengan nilai intrinsiknya adalah faktor-faktor utama menjadi pemicu <em>instabilitas</em> finansial dan moneter yang dapat berakibat pada krisis keuangan dan ekonomi.</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana anggapan yang mengatakan bahwa ekonomi kapitalis saat ini sebenarnya sedang keseimbangan baru. Benarkah demikian?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Memang, ekonom kapitalis beranggapan bahwa setiap terjadi gejolak bahkan krisis ekonomi, maka ekonomi akan membentuk kesimbangan baru. Keseimbangan baru berjalan sesuai dengan mekanisme ekonomi yang berjalan alami. Namun dalam banyak krisis ekonomi serta finansial yang ada, mekanisme ekonomi tidaklah berjalan alami melainkan harus melalui intervensi negara yang selama ini ditabukan dalam sistem ekonomi kapitalis. Artinya keseimbangan baru yang terjadi bukanlah berjalan alami tetapi dipaksakan melalui intervensi pemerintah. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan baru yang terbentuk, bukanlah alami terjadi tetapi melalui intervensi negara yang tabu dilakukan sistem kapitalis serta bertentangan dengan prinsip pasar bebas yang mereka agungkan.</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Hal ini menunjukkan bahwa bukanlah keseimbangan baru sebagai dampak mekanisme pasar yang terjadi, namun “tambal sulam” kebobrokan sistem ekonomi kapitalis untuk mengatasi berbagai kerusakan ekonomi yang diakibatkan oleh penerapan sistem ekonomi kapitalis.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana pengaruh krisis financial global terhadap ekonomi Indonesia?</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Seperti kita ketahui krisis finansial dan ekonomi yang terjadi selama ini selalu berdampak luas kepada negara-negara lain. Demikian juga krisis finansial global yang dipicu oleh krisis di AS. Terlebih lagi karena AS saat ini mendominasi sektor finansial dan keuangan dunia. Sehingga krisis yang terjadi di Amerika Serikat akan berdampak ke berbagai belahan dunia. Ditambah lagi Mata uang US dollar adalah mata uang yang paling banyak digunakan dalam transaksi keuangan dunia. Karenanya krisis finansial global tersebut pasti akan berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Pemerintah sering mengklaim bahwa Indonesia tidak akan terkena dampak krisis global separah krisis tahun 1998 yang lalu karena fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Benarkah demikian?</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Menurut saya, klaim pemerintah tersebut perlu kita sikapi hati-hati. Bukankah negara-negara Eropa, Jepang, Rusia serta negara-negara lain yang terpengaruh krisis global ini mempunyai fundamental ekonomi yang kuat, bahkan lebih kuat dari fundamental ekonomi Indonesia? Bahwa Indonesia belum terkena dampak krisis global separah krisis tahun 1998 memang benar. Namun tanda-tanda bahwa pengaruh tersebut dapat meluas dan membesar semakin nyata. Hal ini bisa dilihat dari gejolak di pasar saham dan gejolak depresiasi rupiah terhadap mata uang asing. Bahkan dampaknya ke sektor riil juga sudah terasa. Menurunnya produksi akibat naiknya biaya produksi khususnya yang berbahan baku impor, melambatnya kredit perbankan akibat naiknya suku bunga dan ketatnya likuiditas. Terjadinya PHK yang dilakukan banyak perusahaan adalah indikasi yang nyata. Kondisi ini diperparah ketika mata uang rupiah semakin terdepresiasi terhadapa mata uang dunia. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dampak krisis tahun 1998 akan kembali berulang. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Menurut pengamatan Ust, apakah faktor-faktor penopang fundamental ekonomi kapitalis justru sebagai biang terjadinya krisis?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Krisis ekonomi global diakibatkan oleh perkembangan perekonomian negara-negara maju dan pasar keuangan global yang menyebabkan ketidakseimbangan global. Kalau kita amati, krisis global d</span><span style="font-family:&quot;" lang="NO-BOK">ipicu oleh </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">beberapa</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="NO-BOK">sebab utama. <em>Pertama, </em>persoalan mata uang, dimana nilai mata uang suatu negara saat ini pasti terikat kepada uang negara lain (misalnya rupiah terhadap US dollar), tidak pada dirinya sendiri sedemikian sehingga nilainya tidak pernah stabil. Dan bila mata uang tertentu bergejolak, pasti akan mempengaruhi kestabilan mata uang tersebut. <em>Kedua,</em> </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Sumber ketidakstabilan ekonomi dunia adalah karena diterapkannya sistem bunga uang dalam perbankan. <em>Ketiga, </em>adanya transaksi spekulatif di pasar saham, pasar uang, dan pasar berjangka komoditas. Gejolak yang begitu besar di pasar saham, pasar uang dan pasar komoditas telah menyebabkan ekonomi menjadi tidak stabil dan penuh gejolak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Selain dipicu oleh penyebab instabilitas ekonomi tersebut. Maka rusaknya distribusi kekayaan akibat rusaknya sistem kepemilikan dalam ekonomi kapitalis yang sangat mendewakan pertumbuhan dan mengabaikan distribusi kekayaan juga adalah faktor fundamental yang menjadi biang terjadinya krisis.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana Islam membangun fundamental ekonomi yang kuat?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Untuk membangun fundamental ekonomi yang kuat, maka yang harus dilakukan adalah <em>Pertama :</em> menghilangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab utama ketidakstabilan ekonomi dan <em>kedua </em>mengatur distribusi kekayaan dengan pengaturan sistem kepemilikan sesuai dengan hukum Islam. Untuk yang <em>pertama, </em>ketidakstabilan ekonomi dapat dicegah dengan (a) menghilangkan kegiatan rente (riba), (b) mencegah kegiatan spekulasi non-produktif di pasar uang, pasar modal dan bursa berjangka komoditas, (c) mengembalikan fungsi uang kepada fungsi aslinya, yakni sebagai standar nilai, alat tukar dan penyimpan nilai (<em>store of value</em>) serta tidak boleh dijadikan sebagai komoditi yang diperdagangkan. Dan ini dilakukan dengan menjadikan emas dan perak sebagai standar mata uang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:35pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Untuk yang <em>kedua, </em>Islam mengatur sistem kepemilikan agar distribusi kekayaan dapat berjalan dengan baik. Untuk itu Islam menetapkan pembagian kepemilikan berupa kepemikian individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Khusus untuk kepemilikan umum Islam menetapkan harus dikelola oleh negara dan tidak boleh diserhakan kepada pihak swasta (privatisasi). Hasilnya kemudian didistribusikan kepada seluruh masyarakat dengan harga murah (gratis). Hal ini karena rakyatlah sejatinya pemilik kepemilikan umum tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:14.2pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bisa dijelaskan tentang prinsip-prinsip penting keuangan syariah dan ke</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN">k</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;">uatannya?</span></em></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Untuk memberikan gambaran bagaimana prinsip-prinsip penting keuangan syariah, maka ada beberapa ketentuan pokok yang harus ada dalam sistem keuangan Islam. Diantaranya :</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><a name="_Toc96039550"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Penerapan </span></a><span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sistem Mata Uang Emas dan Perak</span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Yang dimaksud dengan sistem uang emas dan perak (<em>gold and silver standard</em>) adalah penggunaan emas dan perak sebagai standar satuan uang. Kedua logam tersebut dapat digunakan sebagai mata uang tanpa batasan bentuk. Sistem ini telah dikenal sejak zaman dahulu dan dipergunakan di dalam negara Islam. Uang yang beredar di masyarakat harus berupa emas dan perak, baik diwujudkan dalam bentuk fisik emas dan perak atau mempergunakan uang kertas dengan jaminan emas dan perak yang disimpan di bank sentral.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><a name="_Toc96039552"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Larangan Riba dan Aktivitas Pembungaan Uang</span></a></h2>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dengan adanya larangan riba dan pembungaan uang, maka uang akan beredar mengikuti perkembangan arus barang dan jasa. Uang tidak akan ketemu dengan uang dengan cara dibungakan. </span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Larangan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"> menimbun </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">uang </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">walaupun telah dikeluarkan zakatnya</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Uang yang ditimbun tidak akan berfungsi ekonomi, bahkan menghambat distribusi karena tidak terjadi perputaran harta. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Islam mengharamkan menimbun harta </span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">(uang)</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> walaupun telah dikeluarkan zakatnya</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN">. Bahkan</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">mewajibkan pembelanjaan terhadap harta agar ia beredar di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat diambil manfaatnya. Dengan tegas Al-Qur’an telah melarang usaha penimbunan harta, baik emas maupun perak, karena keduanya merupakan standar mata uang. Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;" lang="SV">“Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berilah mereka kabar gembira dengan siksaan yang pedih <strong>” (QS At-Taubah 34)</strong></span></em></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Larangan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> kegiatan spekulasi di Pasar Uang, Pasar Saham dan Pasar Berjangka Komoditi.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Transaksi derivatif yang penuh dengan spekulatif harus dilarang. Transaksi tersebut haruslah mengikuti ketentuan syariah tentang jual beli barang, surat berharga dan pertukaran mata uang.</span></p>
<h2 style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pemanfaatan harta Baitul Mal untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengatur distribusi kekayaan.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IN">Harta baitul mal yang dikelola negara sejatinya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia digunakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dengan penyediaan sarana dan prasarana seperti jalan, pasar, pelabuhan dan lain-lain. Iapun dapat berfungsi sebagai alat mekanisme distribusi manakala distribusi kekayaan tidak berjalan dengan baik melalui pemberian harta kepada warga negara, pembagian zakat, infaq dan sedekah kepada yang berhak dan lain-lain. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana mewujudkan keuangan syariah dalam konteks sekarang? Sejauh mana peran Khilafah?</span></em></strong></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Dalam konteks sekarang, secara individu setiap muslim haruslah berusaha menjalankan kegiatan ekonomi dan finansial sesuai dengan ketentuan syariah meskipun itu berat. Upaya pendirian berbagai lembaga keuangan syariah adalah upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Namun langkah tersebut tidaklah mudah serta mengalami banyak kendala. Hal ini karena sistem keuangan dunia sedang dikuasai oleh sistem kapitalis global. Karenanya penerapan sistem keuangan syariah dalam lingkup yang lebih luas akan terkendala dengan sistem kapitalis yang penuh spekulatif dan ribawi. Untuk itu harus ada sistem Alternatif, yakni sistem khilafah yang dapat mengemban pelaksanaan seluruh prinsip-prinsip keuangan syariah dengan sempurna.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=174&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/sistem-ekonomi-dan-keuangan-kapitalis-menciptakan-instabilitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CASINO CAPITALISME</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/casino-capitalisme/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/casino-capitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh aneh memang. Krisis terjadi di AS, namun bukan hanya AS yang ‘terguncang’, seluruh dunia pun mengalami krisis finansial. Akibatnya sungguh mengerikan. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar yang tumbang, namun juga mengakibatkan sebuah Negara ‘bangkrut’. Apa yang menyebabkan krisis finansial global? Bagaimana saham dan bursa saham bisa menjadi ‘biang keladi’ krisis? Bagaimana sejarah munculnya? Benarkah krisis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=170&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--> <span style="font-family:&quot;">Sungguh aneh memang. Krisis terjadi di AS, namun bukan hanya AS yang ‘terguncang’, seluruh dunia pun mengalami krisis finansial. Akibatnya sungguh mengerikan. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar yang tumbang, namun juga mengakibatkan sebuah Negara ‘bangkrut’. Apa yang menyebabkan krisis finansial global? Bagaimana saham dan bursa saham bisa menjadi ‘biang keladi’ krisis? Bagaimana sejarah munculnya? Benarkah krisis yang ada hanya ‘kesalahan sub sistem’ kapitalisme? Ataukah justru karena kapitalisme sudah ‘cacat sejak lahir’nya? Apakah ini pertanda akhir dari kapitalisme? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, redaksi al-waie (gus uwik) mewawancara ust Tun Kelana (anggota Lajnah Siyasiyah DPP HTI yang sekaligus juga praktisis ekonomi). Berikut petikannya:<span id="more-170"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Tadz, saat ini terjadi kegoncangan ekonomi global akibat terjadinya krisis di sektor saham dan bursa saham. Bisa dijelaskan bagaimana bisa terjadi krisis global?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Begini ceritanya: krisis global kali ini diawali dari sejak 1995, dimana industri dotcom (saham-saham teknologi) di AS booming, kemudian terjungkal (kolaps) dan menyebabkan banyak perusahaan jenis ini tak mampu membayar pinjaman ke bank. Untuk menyelamatkan mereka, The Fed menurunkan suku bunga, sehingga suku bunga menjadi rendah. Suku bunga yang rendah dimanfaatkan pengembang dan perusahaan pembiayaan perumahan untuk membangun perumahan murah dan menjualnya melalui skema <em>subprime mortgage</em>. Bahkan mereka yang semestinya tidak layak mendapatkan pinjaman rumah seperti pengangguran, pekerja-pekerja seperti <em>office boy</em>, pedagang kecil, dan pembersih rumah atau kantor jadi bisa memiliki rumah melalui <em>subprime mortgage</em>. Nilai k<span style="color:black;">redit rumah yang biasanya hanya mencapai USD 150 miliar setahun langsung meningkat menjadi dua kali lipatnya pada tahun-tahun berikutnya hingga mencapai USD 700 miliar per tahunnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Akibat gagal bayar terhadap kredit perumahan tersebut, membuat banyak perusahaan kredit perumahan ini tidak mampu membayar kembali utangnya yang berujung pada bangkrutnya beberapa perusahaan tersebut. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Saham perusahaan lain yang tidak mengalami kebangkrutan juga turut terimbas sentimen negatif dan membuat takut investor. Selain pinjaman dari pihak ketiga, para perusahaan pembiayaan kredit rumah ini juga menerbitkan semacam surat hutang dengan jaminan aset (EBA) yang dijual ke perbankan dan ke investor baik institusi maupun individu ke berbagai negara. EBA ini juga merupakan instrumen untuk membagi risiko disebut lindung nilai (<em>hedge</em>). Namun yang terjadi justru sebaliknya, kekhawatiran terhadap kemungkinan gagal bayar para debitor yang tidak layak tersebut justru berdampak pada investor secara global baik yang memiliki EBA tersebut maupun investor yang hanya terimbas sentimen negatif. orang tetap membeli karena perusahaan pemeringkat seperti <em>Moody&#8217;s</em> dan <em>Standard and Poor&#8217;s</em> memberi peringkat baik walaupun sudah jelas terjadi gagal bahyar dari pemilik rumah. Perusahaan Investment Banks seperti <em>Goldmas Sachs, Bear Strearns dan Morgan Stanley</em> juga ikut terkena dampaknya karena memiliki spesialisasi mengembangkan instrumen investasi seperti EBA berisiko tinggi yang dijual ke perbankan dan institusi keuangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Bank sentral dan <em>private equity fund</em> yang paling besar terimbas dampak krisis ini. <em>Private equity fund</em> adalah manajer investasi yang merancang pembelian dan penjualan perusahaan. Mereka umumnya meminjam uang dengan bunga rendah yang digunakan untuk membeli saham di bursa dijual setelah harganya tinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span style="font-family:&quot;">Subprime Lenders</span></em><span style="font-family:&quot;"> (Pemberi pinjaman), biasanya adalah lembaga pembiayaan perumahan, mengumpulkan berbagai utang itu (<em>pool</em>) dan menjualnya kepada bank komersial. Oleh bank komersial, sebagian portofolio tersebut dijual lagi kepada bank investasi. Oleh bank investasi, kumpulan utang tersebut dijual kepada investor di seluruh dunia seperti bank komersial, perusahaan asuransi, maupun investor perorangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kumpulan utang tersebut dinamakan <em>Mortgage-Backed Securities</em> (MBS) yang merupakan bentuk utang yang dijamin. MBS ini termasuk salah satu bentuk transaksi derivatif yang penuh risiko. Ketika pembeli rumah membayar bunga, baik pada cicilan bulanan atau pada saat pelunasan, pembeli MBS mendapat pendapatan. Layaknya transaksi derivatif lain, MBS bisa dibeli dari tangan pertama atau berikutnya. Artinya, investor yang sudah membeli MBS bisa menjualnya lagi ke investor lain. Perolehan pendapatan dibagi menurut jenjang atau senioritas pembeli MBS ini. Dan ini menjadi beban seluruhnya bagi pembeli rumah. Ini membuat nilai yang harus dibayar pembeli rumah melambung tinggi hingga 100% dari nilai aslinya. Meskipun tergolong kredit berisiko tinggi, bank investasi dan <em>hedge fund</em> (HF) tetap memainkan instrumen ini, karena para investor dari golongan pemain baru banyak yang tertarik membeli MBS. Ditambah lagi ada dukungan pemeringkatan yang dibuat lembaga seperti <em>Standard &amp; Poor’s</em> (S&amp;P).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Akibatnya, menjelang 2007, pembeli rumah dengan skema ini tak sanggup mencicil kredit rumah murah tersebut lantaran semakin sulitnya perekonomian AS. Ketika ini terjadi, satu-satunya jaminan bagi MBS adalah rumah-rumah itu sendiri. Namun, karena penawaran perumahan ternyata melebihi permintaan seiring gelembung industri perumahan dalam 2001-2005, nilai rumah-rumah itupun turun, tidak sesuai lagi dengan nilai yang dijaminkan dalam MBS. Sementara bank investasi dan <em>Hedge Fund</em> harus tetap memberi pendapatan berupa bunga kepada para investornya. Inilah asal mula terjadinya krisis <em>subprime mortgage</em> yang berimbas ke seluruh dunia.</span></p>
<p><strong>Ada argumentasi yang mengatakan bahwa terjadinya krisis global ini akibat kesalahan salah satu sub sistem dari kapitalis sehingga solusinya memperbaiki sub sistem yang rusak tersebut. Benarkah demikian?</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Menurut saya itu tidak benar, argumentasi tersebut semata-mata hanya untuk menjawab persoalan jangka pendek, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin dunia yaitu dengan menyuntikkan dana ke pasar modal dan perbankan. Dikatakan sebagai solusi jangka pendek karena hanya untuk tujuan memulihkan kembali kondisi pasar non-riil agar tidak semakin terpuruk. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Faktanya dampak krisis tersebut tidak hanya merontokkan pasar non-riil, tapi sudah sampai kemana-mana bahkan memasuki wilayah yang paling sensitif yaitu pasar riil yang melibatkan begitu banyaknya manusia diseluruh penjuru dunia yang menggantungkan nasibnya pada sektor ini. Betapa tidak? Kredit perbankan yang mestinya disalurkan untuk membiayai ekspor, produksi dan distribusi terhenti karena uang cash semakin langka. Akibatnya industri berjalan <em>under capacity</em> bahkan mandek. Kita sudah bisa simpulkan siapa sebenarnya yang paling menderita, yaitu ratusan ribu karyawan terancam PHK. Jadi kita bisa lihat bagaimana keterkaitan antar sub-sistem kapitalis yang saling mempengaruhi.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:&quot;">Jadi, tegasnya krisis global ini akibat kebobrokan sistem dari kapitalis?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Betul, karena sumber krisis datangnya dari pilar-pilar yang menjadi penopang sistem ekonomi kapitalisme diantaranya adalah Pasar non-riil (virtual market) tempat diperdagangkannya surat-surat berharga dan surat kontrak di pasar berjangka. Uang dijadikan sebagai komoditi yang diperjualbelikan di pasar uang, sehingga begitu besarnya uang berputar di pasar uang hingga mencapai triliunan dollar dalam satu hari tetapi inflasi tinggi dan uang cash langka sampai bank tidak bisa memberikan kredit ke sektor riil. Ironis sekali bukan!?</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Pilar lainnya yang juga tak kalah berbahayanya adalah diterapkannya sistem perbankan ribawi yang nyata-nyata membebani bahkan mencekik para debitor dengan bunga kredit di sektor riil. Disitulah letak kebobrokkannya.</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:&quot;">Menurut Ust, apa kerusakan bursa saham dan komiditi?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Kerusakannya terletak pada sistem perdagangan yang diberlakukan di bursa dimana transaksi-transaksi yang terjadi tidak memenuhi syarat akad yang sah menurut syariat Islam. Jadi transaksi tersebut batil! Ditambah lagi bahwa transaksi di lantai bursa sangat sarat dengan spekulasi para pialang. </span></p>
<p class="isi-1" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Jual beli dalam pasar saham ini bukanlah jual beli sesungguhnya. Karena tidak ada unsur serah terima diantara kedua pihak yang bertransaksi. Padahal syarat jual beli adalah adanya serah terima dalam barang yang disyaratkan ada serah terima barang dagangan dan pembayarannya atau salah satu dari keduanya. Penjualan dalam pasar ini adalah penjualan sesuatu yang tidak dimiliki, baik itu berupa mata uang atau barang komoditi komersial dengan harapan akan dibeli di pasar sesunguhnya dan diserahterimakan pada saatnya nanti.</span></p>
<p class="isi-1" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Pembeli dalam pasar ini kebanyakan membeli dan menjual kembali barang yang dibelinya sebelum dia terima. Orang kedua itu juga menjualnya kembali sebelum dia terima. Demikianlah jual beli ini terjadi secara berulang-ulang terhadap satu objek jualan sebelum diterima, hingga transaksi itu berakhir pada pembeli terakhir yang bisa jadi sebenarnya ingin membeli barang itu langsung dari penjual pertama yang menjual barang yang belum dia miliki, atau paling tidak menetapkan harga sesuai pada hari pelaksanaan transaksi, yakni hari penutupan harga. Peran penjual dan pembeli selain yang pertama dan terakhir hanya mencari keuntungan lebih bila mendapatkan keuntungan saja, dan melepasnya bila sudah tidak menguntungkan pada waktu tersebut persis seperti yang dilakukan para pejudi.</span></p>
<p class="isi-1" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Yang dilakukan oleh para pemodal besar dengan memonopoli saham dan sejenisnya serta barang-barang komoditi komersial lain di pasaran agar bisa menekan pihak penjual yang menjual barang-barang yang tidak mereka miliki dengan harapan akan membelinya pada saat transaksi dengan harga lebih murah, atau langsung melakukan serah terima sehingga menyebabkan para penjual lain merasa kesulitan.</span></p>
<p class="isi-1" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sesungguhnya bahaya pasar modal semacam ini berpangkal dari dijadikannya pasar ini sebagai pemberi pengaruh pasar dalam skala besar. Karena harga-harga dalam pasar ini tidak sepenuhnya bersandar pada mekanisme pasar semata secara praktis dari pihak orang-orang yang butuh jual beli. Namun justru terpengaruh oleh banyak hal, sebagian diantaranya dilakukan oleh para pemerhati pasar, sebagian lagi berasal dari adanya monopoli barang dagangan dan kertas saham, atau dengan menyebarkan berita bohong dan sejenisnya. Di sinilah tersembunyi bahaya besar menurut tinjauan syariat. Karena cara demikian menyebabkan ketidakstabilan harga secara tidak alami, sehingga berpengaruh buruk sekali pada perekonomian yang ada.</span></p>
<p class="isi-1" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;">Sebagai contoh saja: sebagian besar investor sengaja melempar sejumlah kertas saham, sehingga harganya menjadi jatuh karena terlalu banyak penawaran. Pada akhirnya para pemilik saham kecil-kecilan bergegas menjualnya kembali dengan harga murah sekali, karena khawatir harga saham-saham itu semakin jatuh sehingga mereka semakin rugi. Dengan adanya penawaran mereka itu, mulailah harga saham itu terus menurun, sehingga para investor besar itu berkesempatan membelinya kembali dengan harga lebih murah dengan harapan akan bisa meninggikan harganya dengan banyaknya permintaan. Pada akhirnya para investor besarlah yang beruntung sementara kerugian besar-besaran harus ditanggung investor kecil-kecilan, sebagai akibat dari perbuatan investor besar yang berpura-pura melempar kertas-kertas saham itu sebagai ikutan. Hal itupun terjadi di pasar komoditi.</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<h2 style="margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-style:normal;">Sejauh mana pengaruh krisis ini terhadap perekonomian AS? </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-style:normal;" lang="SV">Apakah bisa ’menjungkalkan’ ekonomi AS?</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="SV">Sebenarnya krisis keuangan yang menimpa AS merupakan akumulasi krisis-krisis sebelumnya. Satu hal yang bisa kita lihat dampak dari krisis ini adalah dari besarnya hutang AS yang mencapai 8.9 triliun dollar (akhir tahun 2009 diperkirakan mencapai 10 T dolar), sementara Produk Domestik Bruto (PDB) tahunannya hanya mencapai 13 triliun dolar. Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto mencapai 68%. Padahal menurut teorinya mengatakan bahwa persentase maksimal total hutang terhadap PDB harusnya hanya 40%. Dengan demikian, AS banyak membiayai pembangunannya dari hutang dan APBN-nya pun digunakan untuk untuk membayar hutang pokok plus bunganya. Senator George Voinovich dari Ohio yang mengatakan &#8220;</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="SV">Meminjam ratusan miliar dolar dari negara lain tidak hanya membahayakan ekonomi AS, tapi juga keamanan nasional. Seharusnya pemerintah AS meyakinkan kami bahwa negara pemberi utang tidak akan mengintervensi pemerintah di masa depan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="SV">&#8220;.</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="SV">Hutang AS tersebut diprediksi mulai menumpuk sejak 1989. Waktu itu, jumlah hutangnya 2,7 triliun dollar. Kemudian ketika Presiden George W. Bush mulai menjabat Januari 2001, jumlah utang nasional AS mencapai 5,7 triliun dollar. Nilai hutang </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">t</span><span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">er</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">s</span><span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">e</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">b</span><span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;">ut</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;font-weight:normal;font-style:normal;" lang="SV"> diperkirakan akan terus melonjak hingga mencapai 10 triliun dollar pada akhir 2009.</span></h2>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Apakah ini tanda-tanda berakhirnya ’hegemoni’ diktator AS di kancah dunia?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Bisa saja dikatakan demikian. </span><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Kita lihat saja dari salah satu pilarnya sistem ekonomi AS (kapitalisme), misalnya mata uang dollar. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Jika krisis ini meningkat menjadi krisis kepercayaan masyarakat dunia, karena terlalu berisko jika mereka memegang dollar AS. Kemudian, misalnya negara-negara pengekspor minyak mengalihkan mata dollar ke mata uang lain sebagai alat pembayaran transaksi internasional mereka. Fakta lain bahwa 80% uang dollar AS berada luar Amerika. Kalau semua negara pengekspor minyak menghendaki pembayaran hasil ekpornya diganti ke mata uang lain selain dollar (dan ini mungkin sekali terjadi karena semua negara perlu beli minyak), sehingga tekanan dari negara penghasil minyak itu bakal membuat negara-negara seperti Cina atau Jepang menjual dollarnya dan beli mata uang lain. Pada kondisi seperti ini. dalam sekejab di Amerika akan terjadi inflasi ribuan persen karena semua orang akan menjual dollar dan membeli mata uang lain, Amerika akan kebanjiran dollarnya dan pemerintah AS harus menebus semua dollar yang masuk ke AS. Perusahaan-perusahaan di AS menjadi tidak ada harganya lagi (persis seperti krismon di Indonesia tahun 1998 dulu), ekonomi Amerika bangkrut, semua HEGEMONI Amerika akan lenyap dengan sendirinya dan rakyat AS akan berbodong-bondong meninggalkan ideologi kapitalisme yang berhabaya itu, seperti yang tejadi di Rusia terpecah akibat ditinggalkannya ideologi komunisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Dalam konteks ini, hegemoni AS akan masih tetap eksis sepanjang orang masih “percaya” dengan dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar! Hal ini terbukti bahwa biaya perbaikan eknomoni AS sebenarnya bukan 700 milyar dollar. Ada yang mengatakan 1.3 triliun dollar bahkan lebih lagi. Tetapi dengan kekuatan pengaruh AS di dunia mampu memaksa negara-negara lain untuk membantu AS menutupi biaya kekurangannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Bagaimana solusi Islam dalam menyelesaikan krisis global ini?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pertama-tama yang mesti kita ketahui dan sadari adalah bahwa penyebab utama (akar masalah) krisis ekonomi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu itu adalah akibat diterapkannya SISTEM ekonomi kapitalisme yang menerepakan : (1) kebebasan bagi setiap indvidu untuk memiliki dan menguasai sumber-sumber kekayaan; (2) menjadikan uang kertas yang TIDAK dijamin langsung dengan Emas dan Perak; (3) menerapkan sistem perbankan ribwai dan (4) memberlakukan sistem perdagangan pasar non-riil (pasar : modal, berjangka, uang) yang sarat spekulatif sebagai ajang perjudian. <strong>Kedua</strong>, bahwa upaya perbaikan krisis ekonomi yang telah menelan biaya luar biasa besarnya itu terbukti tidak membawa hasil, bahkan hanya menyelamatkan segelintir orang kaya yang menguasai 80% kekayaan dunia, dan disisi lain jumlah orang miskin baru (OMB) malah terus meningkat dari tahun-ketahun mengikuti deret ukur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Dengan menyadari bahwa akar masalah dari krisis ekonomi saat ini terletak pada penerapan Sistemnya (ekonomi kapitalisme), maka satu-satunya cara yang paling mendasar untuk memperbaikinya adalah dengan mencabut akar masalahnya dan menggantinya dengan sistem lain yaitu sistem ekonomi Islam yang datang dari yang Maha pencipta : Allah SWT. Sistem ekonomi Islam ini sangat simple dan praktis dan telah terbukti menjamin terpenuhinya kebutuhan individu masyarakat pada masa diterapkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Terkait denga 4 faktor utama rapuhnya sistem ekonomi kapitalisme tsb diatas, maka dalam Sistem ekonomi Islam yang akan dilakukan adalah : (1) menerapkan metode kepemilikan sumber-sumber kekayaan dengan mendahulukan kepentingan orang banyak; (2) menerapkan mata uang Emas dan Perak dan tidak menjadikannya sebagai komoditi; (3) menerapkan sistem keuangan yang bebas riba dan menghapus sistem perbankan ribawi (4) menerapkan sistem pasar riil dan menghentikan pasar non-riil (pasar : modal, berjangka, uang).</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Seperti halnya sistem ekonomi kapitalisme diterapkan sebagai ideologi berdiri tegak dan melekat diatas fondasi sistem pemerintahannya, maka dalam sistem ekonomi Islam juga diterapkan sebagai ideologi berdiri tegak dan melekat diatas fondasi yang sangat kuat yaitu sistem pemerintahan Khilafah.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=170&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/11/13/casino-capitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA FOR SALE</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indonesia-for-sale/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indonesia-for-sale/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 12:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia ‘dalam bahaya’. Indonesia telah terjual. Benarkah demikian? Apa indikasi bahwa Indonesia telah terjual? Siapa yang dengan tega menjual Indonesia? Bagaimana modus operandinya? Atas dasar kepentingan apa mereka menjual Indonesia? Untuk mengupas tuntas pertanyaan diatas, redaksi al-waie (gus uwik) mewawancara Bapak Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, Dosen Tetap Ekonomi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin serta Direktur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=166&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <span>Indonesia ‘dalam bahaya’. Indonesia telah terjual. Benarkah demikian? Apa indikasi bahwa Indonesia telah terjual? Siapa yang dengan tega menjual Indonesia? Bagaimana modus operandinya? Atas dasar kepentingan apa mereka menjual Indonesia? Untuk mengupas tuntas pertanyaan diatas, redaksi al-waie (</span><span>gus uwik) mewawancara Bapak Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, Dosen Tetap Ekonomi Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin serta Direktur Institut Ekonomi Ideologis Banjarmasin. Berikut petikannya:</span><span id="more-166"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Sejak kapan privatisasi di Indonesia dilaksanakan pemerintah?</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border:medium none;border-collapse:collapse;margin-left:6.75pt;margin-right:6.75pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" align="right">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid black;width:216.9pt;padding:0 5.4pt;" colspan="3" width="289" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:9pt;">Privatisasi   BUMN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:9pt;">di   Era Orde Baru melalui IPO</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:9pt;">Tahun</span></strong></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:9pt;">BUMN</span></strong></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:9pt;">Saham   yang dijual</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1991</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   Semen Gresik</span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">35%</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1994</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   Indosat</span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">35%</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1995</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   Tambang Timah</span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">35%</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1995</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   Telkom </span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">23%</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1996</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   BNI 46</span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">25%</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:42.55pt;padding:0 5.4pt;" width="57" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">1997</span></p>
</td>
<td style="width:88.85pt;padding:0 5.4pt;" width="118" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">PT   Aneka Tambang</span></p>
</td>
<td style="width:85.5pt;padding:0 5.4pt;" width="114" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:9pt;">35%</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Privatisasi BUMN pertama kali dilakukan penguasa Orde Baru pada tahun 1991 dengan cara menjual 35% saham PT Semen Gresik di pasar modal Indonesia dan pasar modal Amerika. Kemudian privatisasi dilanjutkan pada tahun 1994 hingga 1997 dengan mencatatkan (<em>listing</em>) 5 BUMN besar di pasar modal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Apa yang menjadi motif privatisasi BUMN pada waktu itu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Penguasa Orde Baru melakukan privatisasi untuk pembayaran hutang luar negeri (HLN). Tahun 1991 HLN sudah mencapai US$ 45,72 milyar, atau hampir dua kali lipat jumlah HLN tahun 1985 sebesar US$ 25,32 milyar. Tahun 1995 HLN pemerintah Indonesia bertambah lagi menjadi US$ 59,58 milyar sehingga beberapa BUMN kembali diprivatisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Apa bedanya pola privatisasi sekarang dengan era Orde Baru? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Dulu privatisasi dilakukan melalui <em>Initial Public Offering</em> (IPO) atau penjualan saham perdana di pasar modal. Sekarang privatisasi tidak hanya dilakukan melalui IPO, tetapi juga dengan cara <em>strategic sales</em>, yakni menjual langsung sebagian atau seluruh saham BUMN kepada investor asing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Misalnya pemerintahan Presiden BJ Habibie menjual 14% saham PT Semen Gresik kepada Cemex dari Mexico, 51% saham PT Pelindo II kepada investor Hongkong, dan 49% saham PT Pelindo III kepada investor Australia. Pada tahun 2002 pemerintahan Presiden Megawati menjual 41,94% saham Indosat milik pemerintah kepada BUMN Singapura. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Di era Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono, jumlah BUMN yang diprivatisasi semakin bertambah. Awal tahun 2007 pemerintah merencanakan 15 BUMN diprivatisasi sedangkan awal tahun 2008 jumlah BUMN yang hendak diprivatisasi mencapai 44. Wapres Jusuf Kalla pernah menyampaikan bahwa hingga tahun 2009 jumlah BUMN yang diprivatisasi mencapai 69. Target pemerintah tahun 2015 hanya memiliki 25 BUMN.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Benarkah tujuan privatisasi baik?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Menteri Sofyan A Djalil pernah menyatakan privatisasi BUMN bukan untuk menjual BUMN melainkan untuk memberdayakan dan membuat BUMN menjadi lebih dinamis dan transparan. Dalam visi Kementerian Negara BUMN juga disebutkan<span> </span>untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah BUMN, unggul di bidangnya, dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepemilikan saham.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Tentu saja klaim pemerintah pemerintah ini sangat tidak berdasar. Sebab privatisasi mengandung pengertian menjual aset negara dengan berbagai metode penjualan. Dengan kata lain setiap kebijakan pemerintah yang menyebabkan terjadinya pemindahan aset dan jasa milik negara ke tangan swasta (<em>private sector</em>) dikatagorikan sebagai privatisasi (swastanisasi). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Anggapan jika BUMN dikelola swasta khususnya investor asing akan bertambah baik kinerjanya dan lebih transparan hanyalah akal-akalan pemerintah saja. Faktanya BUMN yang dijual bukanlah BUMN yang rugi dan berkinerja buruk. Justru BUMN yang memiliki perolehan laba yang sangat tinggi. PT Semen Gresik misalnya baru-baru ini melaporkan perolehan laba semester I 2008 mencapai Rp 1 trilyun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Bahkan tidak jarang BUMN yang diprivatisasi memiliki peranan vital dalam perekonomian seperti PT Pelindo II dan PT Pelindo III yang mengelola pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak, PT Telkom, PT Telkomsel dan PT Indosat yang menguasai sektor telekomunikasi Indonesia. Sekarang pemerintah sendiri “gigit jari” sambil mengeluh perolehan dividen BUMN terus menurun akibat BUMN yang dimiliki semakin sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Juga tidak benar dengan memprivatisasi BUMN peran serta masyarakat dalam kepemilikan saham akan bertambah. Pertanyaannya masyarakat mana yang dimaksud pemerintah? Tentu saja yang bisa membeli saham BUMN di pasar modal hanyalah masyarakat menengah ke atas, sementara pembelian saham di lantai bursa tujuannya bukanlah investasi tetapi sekedar cari untung dari bermain saham, sehingga pada dasarnya kebijakan privatisasi berpihak pada kaum bermodal bukan pada rakyat secara ke seluruhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Untuk menghindari resistensi dengan masyarakat, privatisasi dikemas dengan istilah yang berbeda-beda dengan alasan yang menyesatkan seperti agar lebih transparan, dinamis, mandiri, dan lebih kompetitip. Misalnya, untuk menjadikan Pertamina lebih transparan dan kompetitif di pasar global, pemerintah memisahkan peran Pertamina sebagai regulator dan operator. Contoh yang lain, PLN dipecah-pecah (<em>unbundling</em>) sehingga antara pembangkit listrik, distribusi dan retailnya tidak dalam satu kesatuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Jadi berbagai alasan privatisasi yang dikemukakan pemerintah merupakan kebohongan publik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Mengapa pemerintah tega membohongi rakyat dan untuk apa sebenarnya privatisasi BUMN?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Sebenarnya kebijakan privatisasi yang dilakukan pemerintah tidak berdiri sendiri. Pemerintah kita berada di dalam kendali kekuatan asing di samping perang kepentingan para elit politik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><em><span>Pertama</span></em><span>, sejak Orde Baru kemandirian ekonomi sudah rapuh seiring dengan keterikatan negara kita kepada lembaga-lembaga donor seperti World Bank, Asian Development Bank, IMF, USAID, dan IGGI/CGI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Lembaga-lembaga keuangan internasional dan negara-negara asing memiliki kepentingan politik ekonomi terhadap Indonesia baik untuk keperluan pemenuhan energi dan bahan baku industri mereka maupun untuk memasarkan produk-produk mereka di negara kita. Karena itulah mereka memberikan pinjaman yang didesain sedemikian rupa agar kita tidak dapat melunasi hutang selama-lamanya. Dengan HLN negara kita diikat untuk memenuhi agenda politik ekonomi mereka sehingga posisi pemerintah Indonesia seperti kerbau yang dicocok hidungnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Lembaga seperti World Bank, IMF, ADB, dan USAID, memiliki peranan vital dalam mendorong liberalisasi ekonomi di Indonesia. Mereka menamakannya reformasi ekonomi (<em>economic reform</em>). Liberalisasi ekonomi semakna dengan <span> </span>pengamputasian peranan pemerintah (<em>laissez faire</em>) di dalam pembangunan dan perekonomian. Karena itu, privatisasi BUMN merupakan syarat mutlak liberalisasi ekonomi Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Pada akhir tahun 2001, ADB menerbitkan <em>news release</em> yang berjudul <strong><em><span style="font-family:&quot;">Project Information: State-Owned Enterprise Governance and Privatization Program</span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;">. Dalam <em>release </em>ini ADB memberikan pinjaman US$ 400 juta dengan syarat pelaksanaan program privatisasi di Indonesia. Lembaga donor pemerintah AS USAID dalam <em>USAIN Strategic plan for Indonesia 2004-2008</em> menyebutkan kerja sama yang erat dengan World Bank dalam mengarahkan terjadinya privatisasi.</span></strong> <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><em><span>Kedua</span></em><span>, meskipun privatisasi bersifat merusak perekonomian nasional para elit politik yang korup menjadikan privatisasi sebagai bagian pembiayaan pemenangan pemilu dan pilpres. Dalam kasus privatisasi Indosat tahun 2002, salah satu partai politik yang berkuasa waktu itu disinyalir menerima komisi penjualan sebesar 7% untuk pemenangan pemilu 2004. ICW dalam <em>Corruption Outlook 2008 </em>memperingatkan dorongan untuk melakukan korupsi bertambah seiring dengan persiapan pemilu dan pilpres 2008. Menurut ICW rencana pemerintah memprivatisasi BUMN secara besar-besaran harus diwaspadai. Sementara itu Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mempublikasikan laporan transaksi keuangan yang mencurigakan per Juni 2008 meningkat drastis menjadi 17.331 kasus. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Bagaimana pandangan Syariah Islam terhadap privatisasi?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Privatisasi merupakan bagian tak terpisahkan dari ideologi Kapitalisme yang menonjolkan kepemilikan individu. Islam melarang kita mengadopsi konsep-konsep ekonomi yang secara asas bertentangan dengan akidah, apalagi fakta privatisasi menyebabkan kesengsaraan masyarakat dan ketidakmandirian perekonomian nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Ide privatisasi pada dasarnya meniadakan peranan pemerintah dalam perekonomian dan pelayanan publik, kemudian menyerahkannya kepada para investor. Ide ini berpijak pada pandangan Adam Smith yang menghendaki perekonomian berjalan tanpa campur tangan pemerintah atau <em>laissez faire</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Paradigma <em>laissez faire</em> sangat bertentangan dengan paradigma Islam, yakni negara merupakan pengatur dan pelayan urusan rakyat (<em>ri’ayatu as-su’un al-ummah</em>). Sedangkan privatisasi memiliki konsekwensi semakin minimnya pelayanan publik dan penyediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat oleh negara. Padahal Rasulullah SAW bersabda, <em><span style="font-family:&quot;">“Seorang imam (khalifah) adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat), dan dia akan diminta pertanggungjawabannya terhadap rakyatnya”</span></em>. (HR Bukhari dan Muslim). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Dari sisi bidang usaha, sebagian BUMN bergerak di sektor pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam seperti PT Tambang Timah, PT Aneka Tambang, PT Pertamina, PT PGN, PT Semen Gresik, Perhutani, sebagian lagi berkaitan dengan penyediaan fasilitas umum atau memanfaatkan harta milik umum seperti PT Telkom, PT Jasa Marga, PT PLN. Bidang usaha BUMN ini termasuk harta milik umum sehingga Islam melarang negara menjual dan menyerahkan kepada swasta dan asing sebagaimana hadis Rasulullah SAW, <em><span style="font-family:&quot;">“Kaum muslimin berserikat dalam tiga barang, yaitu air, padang rumput, dan api”</span></em><em><span style="font-family:&quot;">.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><em><span style="font-family:&quot;">BUMN-BUMN strategis yang memiliki peranan vital dalam perekonomian dan mengusung kepentingan nasional seperti PT Dirgantara, PT Pindad, PT Pal, PT Krakatau Steel, PT Kimia Farma, PT Indofarma, dan lain-lainnya, juga harus dikuasai negara. Bila BUMN ini dikuasai investor maka kepentingan nasional dan masyarakat berada dalam bahaya. Hal ini menyebabkan lemahnya kemampuan negara melaksanakan pembangunan dan pelayanan publik, sehingga BUMN-BUMN strategis juga harus dikuasai negara dan tidak boleh diprivatisasi. </span></em><span>Rasulullah SAW melarang kaum muslimin termasuk pejabat negara melakukan kebijakan yang dapat membahayakan umat. Rasul bersabda, <em>“Tidak boleh ada bahaya (dlarar) dan (saling) membahayakan”</em>.<em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span>Jadi sikap apa yang harus kita ambil terhadap kebijakan privatisasi BUMN?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span>Kita harus mencegah terjadinya privatisasi aset-aset nasional. Jika pemerintah dan elit politik yang menguasai parlemen tetap tidak mengindahkan hukum-hukum Allah dan mengabaikan kepentingan nasional dengan tetap menjual “negara ini”, maka rakyat secepatnya harus diberikan pemahaman agar tidak lagi memilih pemimpin dan partai pengemban ide-ide Kapitalisme yang melanggengkan penjajahan asing. Rakyat harus diberikan pemahaman solusi-solusi Islam sehingga mereka tergerak untuk memilih Syariah dan Khilafah sebagai sistem kehidupan mereka. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=166&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indonesia-for-sale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indra J Piliang: Partai Islam Ideologis; Penting!</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting-2/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 11:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena banyaknya partai Islam yang siap bertarung dalam pemilu 2009 cukup menarik perhatian. Sebab, Partai Islam ‘terbukti’ tidak meraih banyak dukungan dikalangan ummat pada pemilu sebelumnya. Apa yang menjadi akar masalah sehingga partai-partai Islam tidak menangguk dukungan masyarakat? Apakah tidak ada bedanya dengan partai sekuler lainnya dalam kerja-kerja politiknya? Perlukah partai Islam ideologis untuk meraih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=162&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--> <span>Fenomena banyaknya partai Islam yang siap bertarung dalam pemilu 2009 cukup menarik perhatian. Sebab, Partai Islam ‘terbukti’ tidak meraih banyak dukungan dikalangan ummat pada pemilu sebelumnya. Apa yang menjadi akar masalah sehingga partai-partai Islam tidak menangguk dukungan masyarakat? Apakah tidak ada bedanya dengan partai sekuler lainnya dalam kerja-kerja politiknya? Perlukah partai Islam ideologis untuk meraih dukungan ummat? Untuk menjawab pertanyaan diatas, redaksi alwaie (gus uwik) mewawancara Bapak Indra J Piliang (Praktisi Politik). Berikut petikannya:</span><span id="more-162"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Pemilu 2009 akan diikuti oleh 38 Partai. Partai-partai berbasis Islam juga bermunculan. Namun disisi lain ada fenomena partai-partai Islam ‘kurang’ mendapat dukungan yang signifikan dari rakyat. Kenapa bisa demikian?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Pertama, saya kira karena pilihannya terlalu banyak. Tidak adanya keinginan persatuan dari kelompok atau partai-partai Islam. Yang kedua, jika telaah lebih lanjut partai-partai Islam yang ada adalah perpanjangan dari ‘politik aliran’ di dalam Islam itu sendiri. Kita bisa melihat ada pertarungan antara Islam modern dengan Islam tradisional. Jika permasalahan di tingkat elit politik partai-partai Islam tidak dengan segera diselesaikan maka wajar kalau suara rakyat lebih menitipkan kepada partai sekuler. Daripada partai-partai Islam, dimana taruhannya luar biasa ketika mempercayakan (suaranya-red) kepada Partai Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Disamping itu, partai-partai Islam yang ada selama ini dididik untuk moderat. Memisahkan kehidupan politik dengan kehidupan ritual. Barangkali rakyat mengganggap bahwa masalah spiritualitas atau religius adalah masalah pribadi. Sedangkan masalah-masalah politik adalah masalah public yang tidak perlu dimanifestasikan seperti masalah spiritual. Ini lah PR yang harus dilakukan kepada teman-teman, baik yang bergerak dalam ormas maupun dalam partai-partai Islam agar lebih memberikan konsepsi yang benar dalam pendidikan politik Islam ke masayarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Artinya Partai Politik Islam saat ini tidak ada bedanya dengan Partai Sekuler?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Ya.. saya kira boleh dikatakan seperti itu. Artinya praktek keislaman itu sendiri tidak terlembagakan secara otomatis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Apa yang harus dilakukan oleh Partai Politik Islam agar menang?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Yang penting adalah kerja-kerja politik dalam jangka panjang. Ada penyadaran-penyadaran yang dilakukan oleh partai politik Islam kepada masyarakat tentang islam. Artinya partai ini tidak bisa merubah masyarakat ketika masyarakatnya sendiri belum berubah. Harus ada strategi pedang dua muka. Artinya satu perbaikan mengarah kepada internal partai itu sendiri. Sedangkan kedua adalah perbaikan ke masyarakat. Yakni dengan memberikan pemahaman yang semakin baik tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai keislaman. Jika dua hal diatas berubah maka konsolidasi di tubuh partai-partai Islam akan berjalan dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Dalam konteks perbaikan internal partai, pentingkah re-ideologi partai? Sehingga ideology partai tidak hanya sekedar jargon semata.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>Saya kira penting itu… sebab harus ada pemahaman standart yang dijadikan pegangan untuk menyikapi perkembangan baru yang terjadi di masyarakat sekarang, seperti modernitas, ilmu pengetahuan, teknologi, dll dengan melakukan kesepakatan/consensus politik. Artinya, ideology-ideologi yang berkembang dikalangan partai-partai Islam harus dicarikan yang paling utama dan baik dimana disetujui sebagai platform bersama yang harus dicapai. Sedangkan yang lain dianggap sebagai strategi-strategi atau teknik perjuangan. Saya melihat, ketika partai-partai politik menemui permasalahan larinya ke ‘daun’ bukan ke ‘akarnya’. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><strong></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=162&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asing Menguasai ENERGI PRIMER Indonesia</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 11:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Begitu memilukan melihat realitas kondisi masyarakat Indonesia kini. Beban hidup terasa semakin berat bagi kebanyakan rakyat. ”Kebijakan” demi ”kebijakan” yang dilakukan penguasa menjadikan rakyat semakin melarat. Rakyat seolah tidak boleh istirahat sebentar saja untuk tidak dihimpit berbagai beban kehidupan tersebut. Belum selesai dari ”hantaman” badai kenaikan harga BBM, pemerintah kemudian menaikkan harga bahan bakar lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=155&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                             &lt;![endif]--> <span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Begitu memilukan melihat realitas kondisi masyarakat Indonesia kini. Beban hidup terasa semakin berat bagi kebanyakan rakyat. ”Kebijakan” demi ”kebijakan” yang dilakukan penguasa menjadikan rakyat semakin melarat. Rakyat seolah tidak boleh istirahat sebentar saja untuk tidak dihimpit berbagai beban kehidupan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Belum selesai dari ”hantaman” badai kenaikan harga BBM, pemerintah kemudian menaikkan harga bahan bakar lain seperti gas. Pemerintah sebelumnya berjanji tidak akan menaikkan harga gas. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Namun, kini gas dengan volume 12 kg dicabut subsidinya oleh pemerintah, walau gas 3kg tidak dinaikkan. Walhasil, harganya pun melambung tinggi. Menyedihkannya, kenaikan harga yang ada hanya meliputi kenaikan ongkos distribusi dan kelengkapannya, belum termasuk komponen harga gas sendiri yang sudah naik ditingkat internasional. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Oleh karenanya, bisa jadi, kenaikan harga gas jilid kedua tidak akan berlangsung lama.</span><span id="more-155"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Belum reda, </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">kini, di berbagai wilayah negeri kembali mengalami pergiliran pemadaman listrik. Efek buruknya semakin serius. Di Jawa Tengah, jika kondisi demikian terus berkepanjangan, pemadaman listrik yang tidak terjadwal itu bisa membuat banyak pengusaha gulung tikar. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Bagi industri tekstil, pemadaman listrik bergilir yang tidak terjadwal sangat merugikan. Dalam sehari, mereka bisa kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah karena proses produksi terhenti tiba-tiba. (Kompas, 6 Juli 2008). Ratusan buruh tekstil menyerbu kantor PLN Kota Pekalongan, Kamis pagi (3/7), lantaran terancam PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh perusahaan, menyusul seringnya dilakukan pemadaman listrik oleh PLN di wilayah Kabupaten/Kota Pekalongan (<a href="http://www.wawasandigital.com/">www.wawasandigital.com</a>). Para pengusaha Jepang –yang telah menanamkan investanisinya lebih dari 40 milyar US dollar di Indonesia&#8211;bahkan akan mengancam hengkang dari Indonesia jika permasalahan listrik ini tak kunjung usai. (Kabar Petang, Tvone 7/7/08).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Salah Kebijakan Energi Primer</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Membumbungnya harga BBM dan gas di Indonesia, jika ditelusuri lebih dalam maka akan ditemukan akar masalahnya yakni amburadulnya kebijakan energi primer (BBM dan Gas) dan sekunder (PLN) di Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Problem kelangkaan BBM menurut Bapak Sodik (SP Pertamina) diakibatkan oleh rusaknya sistem yang digunakan oleh pemerintah. Ujungnya adalah diterapkannya UU 22/2001 tentang Minyak dan Gasbumi<strong> </strong>yang<strong> </strong>sangat liberal.<strong> </strong>Pemerintah, melalui UU ini, lepas tanggung jawab dalam pengelolaan MIGAS. Sebab dalam UU ini pemerintah <strong><em>pertama: </em></strong>membuka peluang pengelolaan MIGAS karena BUMN MIGAS Nasional di privatisasi, <strong><em>Kedua: </em></strong>pemerintah justru memberikan kewenangan kepada perusahaan asing maupun domistik melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan <strong><em>ketiga: </em></strong>perusahaan asing dan domestik dibiarkan menetapkan harga sendiri. Sungguh aneh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>Padahal, di Indonesia dengan 60 kontraktor MIGAS yang ada terkatagori kedalam 3 kelompok, (1) <strong>Super Major</strong> yang terdiri dari ExxonMobile, Total Fina Elf, BP Amoco Arco, dan Texaco ternyata menguasai cadangan minyak 70% dan gas 80% Indonesia. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">(2) <strong>Major </strong>yang terdiri dari Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, dan Japex<strong> </strong>telah menguasai cadangan minyak 18% dan gas 15%. Dan (3) Perusahaan independen menguasai cadangan minyak 12% dan gas 5%. Walhasil, kita bisa melihat bahwa minyak dan gas bumi kita hampir 90% telah dikuasai oleh asing. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mereka semua adalah perusahaan multi nasional asing dan berwatak kapitalis tulen. Wajar jika negeri berlimpah ruah akan minyak dan gas ini ’meradang’ tatkala harga minyak mentah dan gas dunia naik. Semuanya dijual keluar negeri oleh perusahaan asing tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Padahal dalam jantung bumi Pertiwi Indonesia, terdapat sekitar 60 cekungan minyak dan gas bumi (basin) dimana baru 38 diantaranya telah dieksplorasi. Dalam cekungan tersebut terdapat sumberdaya (Resources) sebanyak 77 miliar barel minyak dan 332 triliun kaki kubik (TCF) gas. Dimana potensi cadangan sebanyak 9,67 miliar barel minyak dan 156,92 TCF gas. Kesemuanya itu baru dieksplorasi hingga tahun 2000 sebesar 0,46 miliar barel minyak dan 2,6 triliun TCF gas. Oleh karenanya, jika menilik angka volume dan kapasitas BBM, sebenarnya Indonesia mampu mencukupi kebutuhan rakyat di dalam negeri, tegas Bapak Sodik (SP Pertamina). Tetapi permasalahan adalah pada liberalisasi sektor MIGAS ini yang membebaskan dengan sebebas-bebasnya asiing mengeruk kekayaan minyak dan gas Indonesia. Yakni<strong> </strong>melalui UU 22/2001 tentang MIGAS yang justru memberikan hak/kewenangan kepada perusahaan swasta Nasional maupun swasta asing yang nota bene bukan untuk kepentingan rakyat.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>Sedangkan dalam pengelolaan energi sekunder (PLN), <em>byar pet</em> nya PLN juga diakibatkan oleh salah urus pemerintah. Menurut IR. Daryoko (Ketua SP PLN), byar pet nya PLN salah satu penyebabnya adalah adanya inefisiensi ‘sistemik’. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan energi primer (batubara dan gas) di pembangkit-pembangkit yang ada. Sebab, tatkala<span> </span>berbicara tentang inefisensi, menerut Ir Daryoko, sebenarnya tahun 80-an PLN sudah menyiapkan beberapa pembangkit yang bisa dioperasikan dengan bahan bakar gas dan minyak (<em>dual </em>firing). Pembangkit ini mampu menghasilkan daya sebanyak 37% dari total daya yang dihasilkan seluruh pembangkit PLN.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Untuk Jawa-Bali saja, masih menurut Ir. Daryoko, yang memiliki 90% dari total kapasitas terpasang PLTU/PLTGU PLN, semuanya telah dibuat dengan sistem <em>dual firing.</em> Pembangkit ini seharusnya dioperasikan pakai gas. Karena biayanya lebih murah. Jika dioperasikan dengan gas maka hanya membutuhkan biaya 7 triliun/tahun. Namun, kronisnya, pasokan gas saat ini tidak ada karena ada<span> </span>regulasi minyak dan gas yang ‘njomplang’ dimana sebagian besar justru di eksport ke luar negeri bukan untuk pasokan kebutuhan dalam negeri. Sedangkan jika pembangkit memakai minyak, maka akan menghabiskan biaya sebesar 33 triliun/tahun. Jadi, gara-gara tidak ada gas maka menyebabkan inefisiensi sistemik sebesar 26 triliun/tahunnya. Walhasil, semakin melambungnya harga BBM, gas yang berakibat pada kelangkaan pasokan bahan bakar pada listrik sehingga terjadi pemadaman bergilir </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">disebabkan oleh <em>salah urus </em>dalam energi primernya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Asing Yang Diuntungkan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Lalu, siapa yang diuntungkan diatas penderitaan rakyat ini? Jawabnya adalah Asing dan para anteknya! </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Asinglah yang secara riil telah memiliki berbagai engeri primer negara ini. Pemaksaan sistem ekonmi Kapitalis yang menyebabkan berbagai liberalisasi di sekor energi adalah jalan asing untuk menguasai eneri primer kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Liberalisasi dan Kapitalisasi berbagai sktor strategis di negeri ini sangat tersistematis dengan rapi. Bahkan langkah demi langkah dilakukan dengan cermat. Dimulai dari mengubah berbagai UU dengan biaya yang cukup mahal. Ketika masyarakat negeri ini euporia dengan reformasi, berbagai UU energi primer telah di ubah oleh asing. UU No. 22/2001 tentang minyak dan gasbumi, pembuatannya dibiayai oleh USAID dan World Bank sebesar 40 juta US dollar. UU No 20/2002 tentang kelistrikan dibiayai oleh Bank Dunia dan ADB sebesar 450 juta US dollar. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">UU No.7/2004 tentang Sumber Daya Air pembuatannya dibiayai oleh Bank Dunia sebesar 350 juta US dollar. (Abdullah Sodik, SP Pertamina, Pengelolaan Migas Amburadul?, Jakarta 12 Juni 2008). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Demikian halnya dengan lisrik. Krisis listrik dengan segala macam pencitraan negatif tentang PLN, adalah merupakan paket liberalisasi energi ini. PLN terus dicitrakan negatif dan tidak efesien. Dan kondisi PLN demikian, menurut UU Kelistrikan No 20/2002, maka arahnya PLN ini akan diswastakan. Sementara perlu diketahui, bahwa harga minimal sebuah pembangkit listrik adalah 5.5 trilyun. Sehingga peluang yang akan membeli pembangkit tersebut adalah swasta asing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Syari’ah Islam Mengelola Energi Primer</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dalam pandangan islam, semua sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia, baik primer, seperti batu bara, minyak bumi, gas, energi matahari beserta turunannya (energi air, angin, gelombang laut), pasang surut dan panas bumi dan nuklir maupun sekunder seperti listrik adalah HAK MILIK UMUM (<em>Milkiyatul Aammah</em>). Dan Pengelola Hak Milik Umum adalah negara, melalui perusahaan milik negara (BUMN). Karenanya tidak diperbolehkan individu untuk memiliki energi tersebut untuk dikomersilkan. Melakukan liberaliasasi yang pada akhirnya berujung pada privatisasi sektor-sektor tersebut dilarang dalam pandangan Islam. Rasulullah saw. Bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خِرَاشِ بْنِ حَوْشَبٍ الشَّيْبَانِيُّ عَنِ الْعَوَّامِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>e</span></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">: الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلإَِ وَالنَّارِ وَثَمَنُهُ حَرَامٌ</span></strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;"> [رواه ابن ماجه]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kami diberitahu oleh Abdullah bin Sa’id, kami diberitahu oleh Abdullah bin Khirasy bin Hausyab as-Syaibani, dari al-Awwam bin Hausyab, dari Mujahid, dari Ibn ‘Abbas berkata. Rasulullah saw. bersabda: <em>“Kaum Muslim itu sama membutuhkan tiga hal: air, padang dan api. Dan, harganya pun haram.” </em><strong>(Hr. Ibn Majah dalam <em>Sunan Ibn Majah</em>)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Air, api dan padang adalah tiga perkara yang dibutuhkan oleh semua orang demi kelangsungan hidupnya, sehingga Nabi menyebut, bahwa kaum Muslim (bahkan seluruh manusia) sama-sama membutuhkannya. Karena itu, ketiganya disebut sebagai perkara yang menguasai hajat hidup orang banyak. Maka, Islam menetapkan perkara seperti ini sebagai Hak Milik Umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Semua sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur yang berkaitan dan digunakan untuk kebutuhan tersebut juga dinyatakan sebagai Hak Milik Umum. Seperti pompa air untuk menyedot mata air, sumur bor, sungai, selat, serta salurat air yang dialirkan ke rumah-rumah adalah Hak Milik Umum. Begitu juga alat pembangkit listrik, seperti PLTU, PLTA, dan sebagainya, termasuk jaringan, kawat dan gardunya adalah Hak Milik Umum. Begitu juga tambang gas, minyak, batubara, emas, dan sebagainya adalah Hak Milik Umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Perusahaan yang bergerak dan mengelola Hak Milik Umum adalah Perusahaan Umum, yang tidak boleh diprivatisasi, apalagi dijual kepada pihak asing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Wahai Kaum Muslimin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kita juga jangan mau terus dibodohi dengan berbagai opini menyesatkan seputar kenaikan BBM, penghematan listirik dan konversi penggunaan minyak tanah ke gas. Kenyataan yang hari demi hari semakin terbukti adalah bahwa kekayaan energi tersebut telah dikuasai asing dengan diterapkannya Ekonomi Kapitalis di negeri ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dan selain Allah SWT memberikan anugerah kekayaan tersebut, Dia juga memberikan jalan untuk mengembalikan hak kita tersebut. Yakni dengan mengubah secara revolusioner sistem pengaturan energi primer tersebut dengan syari’ah Islam. BBM, gas, batu bara, listrik dan berbagai bentuk energi lainnya harus diatur dengan mekanisme syai’ah dalam naungan Khilafah Islamiyyah.</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> Tidakkah telah tiba saatnya untuk mengatur Indonesia ini dengan syariah agar menjadi lebih baik?</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">[]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=155&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/08/25/indra-j-piliang-partai-islam-ideologis-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBOBROKAN DAN KEHANCURAN LIBERALISME BARAT</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/07/02/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/07/02/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 23:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/07/02/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat/</guid>
		<description><![CDATA[Barat, oleh Barat sendiri dicitrakan sebagai negara penuh dengan peradaban dan makmur. Keberhasilan pencitraan inilah menjadikan sebagain kecil dari kaum muslimin terkagum-kagum bahkan memuja-mujanya. Seolah-olah, Barat lebih ’Islami’ dari Islam itu sendiri. Benarkah demikian? Benarkah liberalisme (sebagai paham dasar mereka) memberikan kejayaan? Bagaimana sebenarnya wajah negara-negara Barat? Benarkah liberalisme justru menjadi mesin penghancur bagi peradaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=153&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Barat, oleh Barat sendiri dicitrakan sebagai negara penuh dengan peradaban dan makmur. Keberhasilan pencitraan inilah menjadikan sebagain kecil dari kaum muslimin terkagum-kagum bahkan memuja-mujanya. Seolah-olah, Barat lebih ’Islami’ dari Islam itu sendiri. Benarkah demikian? Benarkah liberalisme (sebagai paham dasar mereka) memberikan kejayaan? Bagaimana sebenarnya wajah negara-negara Barat? Benarkah liberalisme justru menjadi mesin penghancur bagi peradaban Barat sendiri? Apa sebenarnya ide-ide palsu liberalisme? Siapa sebenarnya target dibalik promosi ide liberalisme? Sehingga bagaimana kita membendungnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, wartawan al waie (gus uwik) di bantu oleh Reza Aulia mewawancara secara eksklusif Dr. Imran Wahid (Mantan Representatif Media HT Inggris) dari London-Inggris langsung. Berikut petikannya:</span><span id="more-153"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Sebagaimana kita tahu kelahiran liberalisme adalah di Barat, dan Barat memberikan kesan bahwa mereka memiliki kejayaan karena liberalisme. Apakah hal ini benar?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kejayaan apa? Yang ada justru sebaliknya. Keterpurukan. Nilai-nilai liberal Barat memiliki keterkaitan yang erat dengan mentalitas pemuasan sensual secara instan. Hal ini tercermin dalam suatu ungkapan Latin yang terkenal ‘Carpe Diem’, yang diterjemahkan kurang lebih ‘nikmatilah hari ini’. Falsafah ini mempengaruhi cara pandangan masyarakat Barat sehingga sedikit sekali ada kekhawatiran atas masa depan atau memikirkan konsekuensi atas tindakan seseorang. Ujungnya liberalisme menuntun orang untuk meyakini bahwa pemuasan sensual secara instan adalah memenuhi apa yang dibutuhkan dengan sebanyak mungkin. Ini adalah liberalisme yang telah menyebabkan negara-negara kapitalis berada dalam hutan belantara hewan-hewan liar yang menelan yang lemah dan manusia turun derajatnya seperti hewan sebagai akibat diumbarnya nafsu dan kebutuhan-kebutuhannya. Pada level internasional, ide-ide itulah yang secara langsung telah menyebabkan kematian dari jutaan orang di Irak dan Afghanistan.</p>
<p><strong>Apa fakta yang menunjukkan bahwa liberalisme telah menjadi ‘mesin penghancur’ bagi Kebudayaan Barat?</strong><br />
Siapapun yang mengetahui benar situasi dari masyarakat Barat akan melihat kehancuran yang telah ditimbulkan oleh nilai-nilai liberalisme. Di Inggris, contohnya, nilai-nilai itu (liberalisme-red) telah menyebabkan kejahatan yang mewabah pada kaum muda yang seringkali melakukan pembunuhan hanya karena korbannya menatapnya dengan pandangan yang aneh. Di Inggris, setiap hari ada 175 perampokan dengan memakai pisau. Ada 2 orang wanita yang dibunuh setiap harinya sebagai akibat dari kekerasan dalam rumah tangga. Bahkan, menurut survei yang ada telah menunjukkan bahwa 1 dari 5 kaum muda Inggris percaya bahwa kekerasan terhadap wanita adalah bisa diterima. Lebih mengerikannya lagi, ada 1 dari 20 wanita yang diperkosa. Di negeri itu juga ada lebih dari 10 orang dibunuh dan terluka dikarenakan senjata setiap harinya. Angka kriminalitas yang paling mutakhir menunjukkan bahwa tahun lalu ada lebih dari satu juta kasus pencurian mobil. Pencurian ini ternyata menyumbang hampir tiga perempat dari keseluruhan kasus kriminal yang dilakukan dengan kekerasan. Di tingkat yang lebih tinggi lagi, ada skandal keuangan yang melibatkan Enron dan Worldcom yang telah menggoyang ekonomi Barat.</p>
<p>Pendekatan masyarakat liberal atas banyak masalah-masalah ini adalah dikarenakan berlanjutnya kebebasan. Jadi mewabahnya kecanduan alkohol dipenuhi dengan dibukanya pub-pub dan kelab-kelab malam selama 24 jam. Problem perjudian dipenuhi dengan diajukannya proposal untuk membangun banyaknya “super casino”. Penyelesaian yang diajukan oleh Barat untuk menyelesaikan permasalahan yang telah menyebabkan adanya nilai-nilai liberal itu adalah suatu hal yang dangkal dan tidak efektif. Ujungnya bukan menyelesaikan masalah namun justru memperkeruh permasalahan yang ada.</p>
<p><strong>Dalam kenyataanya, apakah ide-ide palsu dari liberalisme?</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Liberalisme muncul menyusul adanya konflik diantara para ahli flsafat Eropa dan Gereja pada saat <em>Renaissance</em>. Hasil dari konflik ini adalah bahwa agama harus dipisahkan dari urusan kehidupan yakni apa yang disebut sekularisme. Oleh karena itu, para penyokong nilai-nilai ini menegaskan juga bahwa peran Islam dalam masyarakat haruslah dibatasi hanya pada urusan peribadatan personal sedangkan keputusan-keputusan politik mengenai cara mengurus masyarakat diberikan kepada manusia. Hal ini jelas bertentangan dengan akidah kaum Muslim, yang menganggap bahwa politik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam. Karena bagi Muslim, Islam adalah mencakup segala hal. Karena ini bertentangan dengan Akidah itulah, kaum Muslim harus menolak liberalisme.</p>
<p>Kenyataannya adalah bahwa nilai-nilai ini terungkap oleh tindakan-tindakan Barat itu sendiri khususnya setelah terjadinya Peristiwa 11 September. Kita telah melihat legitimasi atas pembantaian, tindakan penahan yang sangat semena-mena yang dilakukan tanpa sidang pengadilan – ini adalah suatu bukti yang terjadi di depan mata kita di Abu Ghraib, Bagram dan Guantanamo. Nilai-nilai liberal seperti kebebasan dan HAM mendapat pukulan yang amat keras, bukan dari kaum Muslim, melainkan oleh Amerika itu sendiri! Kemunafikan dan kontradiksi hal ini adalah begitu mengguncang sehingga banya non-muslim yang mulai mempertanyakan validitas ide-ide liberal itu sendiri dan kebijakan luar negeri kaum penjajah dari pemerintahan mereka atas Dunia Islam.<br />
</span><span style="font-family:&quot;"><br />
<strong>Siapakah target sebenarnya dari kebebasan ini?</strong><br />
</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pemerintahan Barat mengetahui bahwa ideology Kapitalis, termasuk liberalisme, tidak mendapatkan perlawanan selain dari Dunia Islam. Karena mereka sadar bahwa ummat Islam memiliki sebuah ideology, yang mereka emban. Maka pemerintahan Barat menyadari bahwa hal ini bisa merupakan<span> </span>ancaman laten walaupun pada saat ini Umat Islam tidak memiliki sebuah negara dan seorang pemimpin yang menyatukan. Karena alasan itulah, pemerintahan Barat bekerja siang malam untuk menyebarkan ideology yang merusak itu kepada Dunia Islam melalui berbagai cara termasuk lewat media dan para penguasa kaki tangan mereka. Sebuah contoh yang baik atas hal ini adalah British Council yang memberikan kesan luar atas pengajaran Bahasa Inggris, tapi juga mempromosikan nilai-nilai Barat, termasuk ide-ide kebebasan pribadi, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi. Sementara sebagian kaum Muslim tertarik atas ide-ide ini, karena mereka hidup dibawah pemerintahan yang brutal, ide-ide ini ditolak sepenuhnya oleh Islam.</p>
<p>Kendatipun kampanye ini dilakukan, kaum muslim yang tinggal di Barat mencela liberalisme sekuler ini. Sebuah polling yang dilakukan baru-baru ini oleh ICM atas sikap kaum muslim di Inggris menerbitkan hasil berikut: 81% memandang kebebasan berbicara sebagai sebuah cara untuk menghina Islam, 61% mendukung syariah, 88% ingin Islam diajarkan disekolah-sekolah, dan 60% tidak menganggap perlu untuk berintegrasi. Jika hal ini merupakan sebuah pandangan<span> </span>kaum Muslim yang hidup di bawah bendera pembawa liberalisme, maka seseorang dapat memperkirakan pendirian Dunia Islam atas nilai-nilai liberal sekuler. Cukup untuk mengatakan bahwa Barat telah gagal untuk meyakinkan massa kaum Musliim bahwa liberalisme Barat adalah lebih baik daripada Islam.</p>
<p><strong>Dengan cara apa liberalisme ditegakkan oleh Barat?</strong><br />
Liberalisme ditegakkan ketika mereka menggambar kartun yang menghina Utusan Allah SAW, ketika mereka membuat film semacam “Fitna” yang menggambarkan Islam sebagai sebuah agama yang penuh kekerasan dan ketika mereka menerbitkan buku-buku semacam Ayat-Ayat Setan yang menghina para istri dari Nabi SAW. Di bawah bendera “liberalisme”, kaum Muslim<span> </span>harus bertoleransi atas semua bentuk propanda melawan Islam.</p>
<p>Namun, pada saat yang sama mereka mengungkap kemunafikan “liberalisme” ketika mereka menegakkan hukum untuk membungkam orang-orang yang menentang imperialisme Barat, dengan menuduh mereka “memuja terorisme”, dan menyerukan pelarangan partai-partai politik Islam seperti Hizbut Tahrir. Di Perancis, para wanita muslimah dilarang memakai jilbab dan Pengadilan HAM Eropa menguatkan larangan yang dilakukan oleh Turki untuk melarang jilbab di universitas-universitas Turki.</p>
<p><strong>Apa yang seharusnya dilakukan oleh Umat Muslim atas masalah ini?</strong><br />
<strong><em>Pertama</em></strong>, kaum muslim harus memahami bahwa motif dari kampanye semacam ini &#8211;untuk menyebarkan nilai-nilai liberal kepada Dunia Islam– adalah untuk membuat ideology kapitalis menjadi nilai-nilai yang universal dan melemahkan keterikatan Muslim atas Dien-nya. Jika mereka memahami motif-motif ini maka Umat Muslim akan bersatu menentang ide-ide semacam ini.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, selain kesadaran akan posisi Islam dalam kaitannya dengan nilai-nilai ini, kaum Muslim harus juga mengetahui atas realitas yang menakutkan dari nilai-nilai ini (liberalisme-red) yang telah membentuk masyarakat Barat menjadi ’bangsa hewan’, seperti keluarga yang berantakan, hubungan seksual dengan siapa saja, epidemi kecanduan alkohol dan obat-obatan, melalaikan anak-anak dan orang jompo dan tumbuhnya kriminalitas.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, Umat Muslim harus mengungkap kemunafikan pemerintahan Barat ini dengan melemahkan nilai-nilai liberal mereka sendiri. Umat Islam harus mengkritik tajam atas inkonsistensi Barat. Kenapa pemerintah Barat melarang jilbab dan membungkam kaum Muslim di Barat yang menentang ketidakadilan, padahal ini adalah bagian dari pelaksanaan HAM? Umat Islam juga dapat menyoroti konsekuensi yang sesungguhnya yang telah menciptakan masyarakat seperti ini.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, Umat Muslim harus bekerja bagi tegaknya Khilafah karena inilah alternatif satu-satunya atas kegelapan yang diderita oleh masyarakat dibawah liberalisme. Dibawah Khilafah lah, hak-hak manusia ditentukan oleh Sang Pencipta manusia dimana pasti terpenuhi secara adil, bukan oleh manusia itu sendiri. Tidak ada seorangpun yang dipaksa untuk menjadi Muslim, kaum wanita akan diberikan hak-hak mereka yang sesungguhnya, penduduk bisa meminta tanggung jawab penguasa dan tidak ada ruang bagi para diktator brutal yang mengotori Dunia Islam pada hari ini.</p>
<p><strong><em>Akhirnya</em></strong>, adalah perlu untuk mengingat kata-kata seorang ahli politik Amerika,Samuel Huntington, yang mengatakan “Barat menguasai dunia bukan karena Superioritas ide-ide atau nilai-nilainya atau agamanya melainkan karena superioritasnya dalam menerapkan kekerasan yang terorganisir. Orang Barat seringkali lupa akan fakta ini, tapi orang Non-Barat tidak pernah melupakannya.”</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=153&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/07/02/kebobrokan-dan-kehancuran-liberalisme-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mafia Berkeley: Komprador Asing dan Pengkhianat Negara</title>
		<link>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/06/25/mafia-berkeley-komprador-asing-dan-pengkhianat-negara/</link>
		<comments>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/06/25/mafia-berkeley-komprador-asing-dan-pengkhianat-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 15:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gusuwik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afkar Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisnispolitik.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Mafia Berkeley dianggap sebagai ’otak’ atas segala carut-marut ekonomi di Indonesia. Terjualnya sebagian besar aset strategis bangsa ini, semakin membengkaknya nilai hutang negara dan yang lain adalah keberhasilan ’agenda’ mereka. Negarapun ’tergadai’ oleh kapitalis asing. Negara ini pun ’dihisap’ habis kekayaannya. Ujungnya, rakyat semakin hari semakin sengsara. Yang menjadi pertanyaan, apa sebenarnya Mafia Berkeley itu? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=151&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Mafia Berkeley dianggap sebagai ’otak’ atas segala carut-marut ekonomi di Indonesia. Terjualnya sebagian besar aset strategis bangsa ini, semakin membengkaknya nilai hutang negara dan yang lain adalah keberhasilan ’agenda’ mereka. Negarapun ’tergadai’ oleh kapitalis asing. Negara ini pun ’dihisap’ habis kekayaannya. Ujungnya, rakyat semakin hari semakin sengsara. Yang menjadi pertanyaan, apa sebenarnya Mafia Berkeley itu? Siapa saja yang termasuk didalamnya? Bagaimana operasional mereka sebagai ’komprador’ asing yang setia menjual aset-aset negara? Bagaimana pola rekruitmen mereka? Dan yang terpenting, kenapa mereka hingga saat ini ’tidak tersentuh’? Untuk menjawab itu semua, redaksi kami (gus uwik) mewawancara khusus Mas Kusfiardi (Mantan Koordinator Koalisi Anti Utang KAU)). Berikut petikan wawancaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Sebenarnya, apa Mafia Berkeley itu apa Pak?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) namun memiliki sistem regenerasi yang mapan. Generasi awalnya adalah Prof Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. </span><span style="font-family:&quot;">Sadli, J.B. Soemarlin, Adrianus Mooy, dan masih sangat banyak lagi. </span><span style="font-family:&quot;">Yang sekarang dominan adalah Sri Mulyani, Moh. Ikhsan, Chatib Basri, dan masih banyak lagi. Mereka tersebar pada seluruh departemen dan menduduki jabatan eselon I dan II, sampai kepala biro.</span><span id="more-151"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Ciri kelompok itu ialah masuk ke dalam kabinet tanpa peduli siapa presidennya. Mereka mendesakkan diri dengan bantuan kekuatan agresor. Kalau kita ingat, sejak akhir era Orde Lama, Emil Salim sudah anggota penting dari KOTOE dan Widjojo Nitisastro sudah sekretaris Perdana Menteri Djuanda. Widjojo akhirnya menjabat sebagai ketua Bappenas dan bermarkas di sana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Setelah itu, presiden berganti beberapa kali. Yang &#8220;kecolongan&#8221; tidak masuk ke dalam kabinet adalah ketika Gus Dur menjadi presiden. Namun, begitu mereka mengetahui, mereka tidak terima. Mereka mendesak supaya Gus Dur membentuk Dewan Ekonomi Nasional. Seperti kita ketahui, ketuanya adalah Emil Salim dan sekretarisnya Sri Mulyani. Mereka berhasil mempengaruhi atau &#8220;memaksa&#8221; Gus Dur bahwa mereka diperbolehkan hadir dalam setiap rapat koordinasi bidang ekuin. Tidak puas lagi, mereka berhasil membentuk Tim Asistensi pada Menko Ekuin yang terdiri atas dua orang saja, yaitu Widjojo Nitisastro dan Sri Mulyani. Dipaksakan bahwa mereka harus ikut mendampingi Menko Ekuin dan menteri keuangan dalam perundingan Paris Club pada 12 April 2000, walaupun mereka sama sekali di luar struktur dan sama sekali tidak dibutuhkan. Mereka membentuk opini publik bahwa ekonomi akan porak-poranda di bawah kendali tim ekonomi yang ada. Padahal, kinerja tim ekonomi di tahun 2000 tidak jelek kalau kita pelajari statistiknya sekarang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Yang mengejutkan adalah Presiden Megawati yang mengangkat Boediono sebagai menteri keuangan dan Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian. Aliran pikir dan sikap Laksamana Sukardi sangat jelas sama dengan Berkeley Mafia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Presiden SBY sudah mengetahui semuanya dan tetap saja memasukkan tokoh-tokoh Berkeley Mafia seperti Budiono, Sri Mulyani, Purnomo Yusgiantoro, dan Mari Pangestu, kedalam kabinet pemerintahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Kenapa disebut sebagai &#8216;Mafia&#8217;? Apakah dia merupakan kelompok yang &#8216;membahayakan&#8217;?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Sebutan Mafia bagi Mafia Berkeley selain karena mereka adalah sekelompok ekonom yang dirancang untuk mendukung hegemoni Amerika Serikat (AS) dan merusak ekonomi Indonesia juga mendapatkan dukungan penuh dari lembaga keuangan internasional seperti IMF dan WB untuk selalu mendapatkan kekuasaan di Pemerintahan Indonesia di bidang ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kelompok ini sangat berbahaya, karena Mafia Berkeley memang dirancang secara sistematis untuk mengontrol ekonomi Indonesia. Kebijakan ekonomi yang diambil berisi empat strategi utama, yakni kebijakan anggaran yang ketat dan penghapusan subsidi, meliberalisasi keuangan, meliberalisasi industri dan perdangangan, dan melakukan privatisasi. Kebijakan yang mereka jalankan tersebut merupakan hasil rumusan dari IMF, Bank Dunia, dan USAID.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana awal masuknya mafia berkeley di Indonesia?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kelompok mafia tersebut, telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan luar Indonesia selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1966) sebagai bagian dari strategi perang dingin menghadapi kekuatan progresif dan revolusioner di kawasan Asia. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kelompok yang dikenal dengan Mafia Berkeley ini kebanyakan dari generasi pertamanya lulusan Program Khusus di Universitas Berkeley, California. Universitas Berkeley sendiri merupakan salah satu universitas terkemuka di Amerika dan para mahasiswanya terkenal progresif dan mayoritas anti perang Vietnam. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Tetapi program untuk Mafia Berkeley dirancang khusus untuk orang Indonesia yang dipersiapkan untuk dikemudian hari menjadi bagian dari hegemoni global Amerika. Disebut Mafia, mengambil idea dari organisasi kejahatan terorganisir di Amerika, karena mereka secara sistematis dan terorganisir menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Atas dasar kepentingan apa mereka &#8216;ditanam&#8217; di Indonesia? </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Selain sebagai bagian dari agen hegemoni global Amerika, Mafia Berkeley, sekaligus berfungsi sebagai alat untuk memonitor agar kebijakan ekonomi Indonesia untuk sejalan dan searah dengan kebijakan umum ekonomi yang digariskan oleh Washington. Garis kebijakannya adalah Washington Konsensus yang terdiri dari, kebijakan anggaran yang ketat dan penghapusan subsidi, liberalisasi keuangan, liberalisasi industri dan perdagangan, dan privatisasi.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana posisi Mafia Berkeley dalam pemerintah? </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;">Apakah sangat strategis sehingga mempengaruhi kebijakan ekonomi pemerintah?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Dalam pemerintahan, Mafia Berkeley selalu menargetkan untuk menguasai jabatan dibidang ekonomi dan sumber daya. Jabatan tersebut bisa sebagai Menteri, Staf Ahli, maupun posisi lainnya yang langsung berhubungan dalam perumusan kebijakan ekonomi politik. Posisi tersebut sangat strategis.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Menteri Keuangan misalnya. Selain sebagai penentu dalam kebijakan keuangan negara, sekaligus juga sebagai bendahara negara. Artinya tidak satu peserpun uang negara bisa keluar tanpa persetujuan Menteri Keuangan.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana kebijakan-kebijakannya saat ini terhadap pembangunan ekonomi Indonesia? Apakah &#8216;menyejahterakan&#8217; rakyat atau sebaliknya?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Selama 40 tahun lebih berkuasa, kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh Mafia Berkeley dalam pemerintahan tidak pernah memberikan perubahan bagi kesejahteraan rakyat. Namun hingga saat ini, Mafia Berkeley masih bercokol di sektor-sektor vital, seperti di Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral, Bank Indonesia, dan departemen lain yang berkaitan dengan sektor ekonomi strategis lainnya. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kebijakan yang mereka ambil memang tidak pernah mempertimbangkan aspek kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka lebih memprioritaskan untuk melaksanakan perintah dari IMF dan Bank Dunia.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Berbagai kebijakan ekonomi yang dikeluarkan, justru menghambat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bisa disebutkan contoh-contoh kebijakannya? </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Utang luar negeri, liberalisasi perdagangan dan keuangan, pencabutan berbagai macam subsidi (termasuk subsidi BBM) dan privatisasi yang menyerahkan aset milik negara pada pihak swasta maupun pemerintah asing.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Apakah Mafia Berkeley berdiri sendiri atau ada dukungan dari pihak luar (asing)?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Mafia Berkeley mendapat dukungan penuh dari pemerintahan negara maju, khususnya Amerika Serikat dan lembaga dan asosiasi ekonomi internasional. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan memberikan citra positif bahkan penghargaan skala internasional terhadap Mafia Berkeley, walaupun mereka belum menunjukkan hasil kerja seperti yang digambarkan dalam penghargaan tersebut. Misalnya waktu mereka memberikan penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik kepada Sri Mulyani. Kita kan tau, saat itu dia baru saja menjabat sebagai Menkeu, belum melakukan kerja yang berarti tapi sudah dapat penghargaan internasional. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana hubungan mereka selama ini dengan &#8216;tuannya&#8217;?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Mereka akan selalu memberikan kemudahan bagi pergerakan modal asing untuk menguasai perekonomian Indonesia. Termasuk memastikan Indonesia tetap membayar utang-utang lama dan meneruskan pembuatan utang baru. Dengan ketergantungan utang ini maka Mafia Berkeley bisa tetap berkuasa karena memungkinkan pihak asing untuk mengontrol perekonomian nasional melalu agen mereka yaitu MAFIA BERKELEY.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana Mafia Berkeley mempertahankan eksistensinya?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Mereka sudah memposisikan diri sebagai budak kapitalisme dan agen asing. Mereka akan melayani seluruh kemauan asing yang berkaitan dengan invasi ekonomi untuk memiskinkan Indonesia.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Layaknya sebuah organisasi, maka mereka pun akan melakukan &#8216;kaderisasi&#8217;. Bagaimana pola kaderisasi dan pendanaannya?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Kaderisasi dalam mafia berkeley, telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan luar Indonesia. Program kaderisasi yang terpenting didalam Mafia Berkeley adalah melalui pendidikan untuk orang Indonesia yang dipersiapkan untuk dikemudian hari menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">12.</span><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-family:&quot;">Mafia Berkeley terbukti telah &#8216;menyengsarakan&#8217; bangsa ini? Apa yang menyebabkan mereka hingga saat ini masih bisa eksis?</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Karena mereka mampu melayani dengan baik para majikannya dan rakyat tidak menaruh perhatian serius pada sepak terjang Mafia Berkeley. Belum ada aksi protes dalam bentuk massif yang menggugat kejahatan mereka selama ini. Padahal, kekisruhan politik akibat kenaikan BBM yang sekarang terjadi, aktor utamanya adalah Mafia Berkeley.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Bagaimana melawannya hingga mereka semua &#8216;terusir&#8217; dari negeri tercinta kita?</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:&quot;">Untuk membersihkan Mafia Berkeley di pemerintahan kita harus memiliki agenda yang terstruktur dan berjalan simultan. Hal penting yang harus kita lakukan adalah bagaimana memperkuat opini publik bahwa penyebab kesengsaraan rakyat hari ini adalah Mafia Berkeley. Jika rakyat ingin keluar dari kesengaraan ini maka Mafia Berkeley harus disingkirkan jauh-jauh dari seluruh aspek kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Mereka layak disingkirkan, karena mereka adalah AGEN ASING dan PENGKHIANAT.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisnispolitik.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisnispolitik.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisnispolitik.wordpress.com&amp;blog=1708294&amp;post=151&amp;subd=bisnispolitik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisnispolitik.wordpress.com/2008/06/25/mafia-berkeley-komprador-asing-dan-pengkhianat-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04b11f7e7ef0e20bb145d32a7bdc21a3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gusuwik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
