Training ‘Remaja Rawan Masalah’ December 20, 2007
Posted by gusuwik in Training MISI SANG KHALIFAH.trackback
Alhamdulillah…
Mahabbah Cipta Insani bekerjasama Lembaga Dakwah Sekolah (LDS), pada tanggal 16 Desember 2007 yang lalu, bertempat di Hotel Pangrango 2, Jl. Pajajaran No. 32 Bogor telah SUKSES dilakukan training buat ‘Pelajar yang Rawan Masalah’. Tak kurang dari 56 orang siswa dari berbagai penjurun bogor yang terkategori ‘jawara’ pada masing-masing sekolah berkumpul. Training ini langsung ‘digawangi’ oleh Trainer muda penuh inspirasi, gus uwik [Islamic Mission].
Tegang awalnya… karena mereka yang adatang rata-rata adalah ‘panglima’ pada masing-masing sekolah. Bukan panglima dalam hal kebaikan, namun lebih kearah yang negative. Terasa tegang karena mereka ‘seolah-olah’ bertemu ‘musuh’ diacara training ini. Walhasil, ketika mereka datang pun bergerombol sesuai dengan almamater masing-masing. Tidak langsung bercampur dengan yang lain.
Kondisi ini memang sudah diantisipasi oleh panitia dan guru pembimbing. Ke khawatiran panitia adalah, tatkala para ‘jawara’ tersebut datang ke Hotel Pangrango yang terjadi adalah ‘tawuran’ bukan mengikuti acara. Bisa dibayangkan… kalau terjadi tawuran di dalam hotel. Wah…. Bisa-bisa panitia ke skors sama pihak manajemen Hotel.
Oleh karenanya, sedari awal, panitia berpesan kepada guru pendamping yang mengikuti acara agar ‘mengawal’ peserta didiknya mulai dari pemberangkatan sekolah hingga sampai acara berakhir. Khawatir sudah ‘bentrok’ duluan sebelum mengikuti acara. Alhamdulillah… para guru pendamping ‘mengawal’ hingga akhir acara.
Peserta yang datang bener-bener para ‘jawara’. Nampak dari pakaian dan model rambutnya. Celana para peserta nampak agak ‘belel’, kumuh dan ‘sedikit berlobang-lobang’. Model rambutnya pun seperti model anak ‘punk’ yang agak berdiri tegak di bagian atasnya. Wah… serem juga menghadapi pada awalnya.
Waktu acara dimulai nampak ketegangan dan suasana kaku masih menyelimuti para peserta. Walhasil, acara ice breaking memakan waktu yang cukup lama. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan tentang ‘energi cinta hakiki untuk menyongsong hidup’. Cinta Hakiki pada Sang Kholik. Dialah Allah SWT. Para peserta diajak berpikir bahwa kita adalah manusia kecil dan senantiasa di sayangi oleh Allah SWt. Walau sering dan bahkan senantiasa melanggar aturan Allah. Namun Allah senantiasa menyayangi kita terus. Pertanyaannya, kenapa kita senantiasa menjadi ‘pembantah’ Allah yang nyata? Bukankah kita nanti akan mati dan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan kita? Kalau amal perbuatan jeleknya banyak tentu balasannya adalah neraka. Demikian sebaliknya.
Terakhir, peserta diajak merenungi diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan. Apakah sudah banyak perbuatan baik yang telah dilakukan ataukah sebaliknya, perbuatan buruk yang senantiasa menghiasa setiap amal perbuatan.
Acara ini mendapat sambutan dan respons ‘luar biasa’ dari peserta, baik pelajar maupun para guru pendampingnya. Berikut petikan komentar mereka:
Training ini baik dan terus dilanjutkan agar keimanan dan ketaqwaan yang kita miliki semakin baik. Ibu Inong P [Pembina Siswa SMKN 2 BOGOR]
Definitely good! Semoga bisa merangkul seluruh sekolah yang ada dan membuat jaringan secara sistematis supaya bisa ‘mengontrol’ keadaan para siswa. Saya kira, training ini sangat perlu juga untuk para guru-guru. [Maya Rismayanti, Pengajar Bahasa Jepang dan English Conevrsation]
Training ini sangat bermanfaat sekali. Tidak hanya bagi pelajar saja tetapi baik untuk semua kalangan. Saya sangat bertsyukur dapat mengikuti training ini. Mudah-mudahan saya bisa berubah menjadi lebih baik, sukses dunia dan akherat. [Astri Wijayanti, Ketua OSIS SMKN 2 BOGOR]
Training ini menjadikan orang lebih baik. Training ini bagi saya sangat baik. [Eka Nuradi, Ketua OSIS SMK Taruna Andigha BOGOR]
Acara ini sangat bermanfaat jadi perlu dikembangkan lagi. [Oki Tantowi H, Ketua OSIS SMK PGRI 2 BOGOR]
Training ini sangat baik. Saya yakin, training ini adalah salah satu kegiatan yang bisa membangkitkan Islam yang selama ini tertindas. [Imam W, Ketua OSIS MAN 2 BOGOR]
Training ini sangat bermanfaat. Mampu mendorong motivasi diri untuk berubah. Semoga acara ini dapat diselenggarakan lebih besar. [Dedi Krisnawan, Ketua OSIS SMK YKTB 1 BOGOR]
Diri ini mendapatkan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan. Terus berjuang. Jangan patah semangat. [Ismail Marzuki, Ketua MPK/Pradana Pramuka SMK Pelita BOGOR]
Training ini baik sekali untuk para pelajar khususnya para ‘jawara’. [Siti Nursolihat, Ketua OSIS SMK Pelita BOGOR]
Saya sangat senang mengikuti training ini karena bisa mengenal diri sendiri dan teman. [Bilal Ramadhan, Sekbid I (Keagamaan) SMA Rimba Madya BOGOR]

Sipp!! Makin mantap aja!
Remaja kita memang butuh wadah untuk bisa mengubah diri.
Laksanakan lagi acaranya, Gus!
Masih banyak khan remaja dan pelajar yang belum ikut….
keren juga tuh patut di tiru apalagi di banten banyak jawaranya. training misi sang jawara bisa dicoba